Apakah Aqiqah Harus Kambing Jantan Dan Langsung Lunas?

Makanan & Sembelihan, 8 November 2022

Pertanyaan:

Untuk aqiqah anak apakah harus pakai kambing jantan atau boleh kambing betina?

Dan untuk anak laki laki apakah harus 2 kambing sekaligus atau boleh satu persatu sesuai kemampuan?



-- Nining (Padang)

Jawaban:

 Assalaamum 'alaikum wrwbh.

Untuk Jenis kambing yang disembelih untuk ibadah qurban dan juga Aqiqoh tidak harus dengan jenis kambing jantan, tetapi boleh dengan kambing betina, dengan syarat kambing tersebut telah berumur 1 tahun penuh dan bebas dari cacat tidak buta salah satu matanya, tidak pincang, tidak sakit parah dan tidak sangat kurus

Adapun perihal jumlah kambing yang harus disembeli untuk aqiqoh anak laki laki, maka dalam masalah ini para ulama berselisih pendapat, karena dalil yang berbeda dalam masalah ini. Ada dalil yang mengatakan bahwa anak laki-laki dengan dua ekor kambing dan ada dalil yang menyebutkan cukup dengan seekor kambing. Berikut dalil-dalil yang berbeda tersebut.

Dari Ummu Kurz Al Ka’biyyah, ia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda,

« عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ سَمِعْتُ أَحْمَدَ قَالَ مُكَافِئَتَانِ أَىْ مُسْتَوِيَتَانِ أَوْ مُقَارِبَتَانِ.

Untuk anak laki-laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing.” Abu Daud berkata, saya mendengar Ahmad berkata, “Mukafiatani yaitu yang sama atau saling berdekatan.” (HR. Abu Daud no. 2834 dan Ibnu Majah no. 3162. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka, untuk anak laki-laki akikah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.” (HR. Tirmidzi no. 1513. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dua hadits di atas dengan jelas membedakan antara aqiqoh anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing.

Dan berikut dalil yang berbeda ;

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا.

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).” (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Akan tetapi riwayat yang menyatakan dengan dua kambing, itu yang lebih shahih)

Namun dalam riwayat An Nasai lafazhnya,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بِكَبْشَيْنِ كَبْشَيْنِ

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing dua ekor gibas (domba).” (HR. An Nasai no. 4219. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadit ini shahih)

Hadits Ibnu ‘Abbas yang dikeluarkan oleh Abu Daud, itulah yang jadi pegangan Imam Malik untuk menyatakan bahwa aqiqoh anak laki-laki sama dengan anak perempuan yaitu dengan satu ekor kambing.

Ulama Syafi’iyah dan Hambali mengatakan bahwa disunnahkan beraqiqoh untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor. Namun boleh juga mengaqiqohi dengan satu ekor kambing karean ada hadits Ibnu ‘Abbas yang menyebutkan demikian. Sedangkan ulama Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa akikah untuk anak laki-laki dan perempuan itu sama yaitu dengan satu ekor, dan Ibnu ‘Umar pernah melakukan seperti itu. Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 30: 279-280.

Dan dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut, maka seyogyanya bagi yang mampu tetap mengaqiqohi anak laki laki dengan dua ekor kambing, namun bagi yang kurang mampu, maka insyaaAllah cukup dengan seekor kambing untuk aqiqoh anak laki laki

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridjho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA