Rujuk Talak 1 Tetapi Orang Tua Tidak Merestui

Pernikahan & Keluarga, 8 November 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum. Pak ustadz izin bertanya, saya mengajukan cerai dan jatuh talak 1 oleh pengadilan, suami mengajak untuk rujuk kembali. Akan tetapi orang tua tidak memberikan restu untuk rujuk dengan alasan takut akan terjadi peristiwa yg sama. Apa yang harus saya lakukan pak ustadz?



-- Iis Yuniarsih (Muara Enim)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Jika seorang suami mantalak istrinya dengan talak raj’I, talak satu dan dua, maka suami berhak merujuknya selama masih dalam masa iddah.

Suami lebih berhak atas istrinya daripada orangtuanya. Orangtua tidak memiliki hak melarang putrinya yang memilih rujuk dengan suaminya. Allah swt berfirman:

وَالْمُطَلَّقٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوْۤءٍۗ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَّكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللّٰهُ فِيْٓ اَرْحَامِهِنَّ اِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ وَبُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِيْ ذٰلِكَ اِنْ اَرَادُوْٓا اِصْلَاحًا ۗوَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِۖ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana (QS. Al baqarah:228)

Kekhawatiran orangtua anda, akan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan menimpa anda kembali, seharusnya tidak menghalanginya untuk rujuk. Kekhawatiran itu hendaknya cukup dijadikan alasan untuk waspada, dengan menyetujui pernikahan disertai dengan syarat-syarat tertentu,agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Isteri yang di talak dan masih dalam masa idah, belumlah dia menjadi orang lain seratus persen sampai masa idah itu lewat. Dengan demikian orang tua tidak memiliki hak penuh menentukan nasib pernikahan anak putrinya. Anaknya lebih berhak untuk menentukan nasib pernikahannya sendiri

Meskipun kerelaan dan ijin orangtua bukan menjadi syarat sahnya rujuk, sebaiknya anda tetap mendiskusikan dengan orangtua anda. Semoga dengan anda mendiskusikannya dan meyakinkannya dia akan bisa menerima keinginan rujuk anda. wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc