Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 12 November 2022

Pertanyaan:

Assalammualaikum wr wb.. Saya sudah menikah 2 kali, istri pertama meninggal karena sakit, dan dikarunia 3 orang anak.Jelang setahun saya menikah lagi dan kami tinggal dikota yg berbeda, sebelum menikah istri berjanji akan pindah bersama saya dan mengurus anak2 dipernikahan saya yang pertama. Saya kebetulan bekerja sebagai pelaut di pesiar, pulang setiap 6 bulan sekali.. Kami menikah pas pandemi covid, dan waktu itu saya dirumahkan karena bisnis pesiar lagi kolaps.. Kebetulan istri bekerja disalah satu hotel dengan gaji yg lumayan.. Karena saya dirumahkan, niat istri untuk pindah kami urungkan sementara, karena sayapun belum bisa memberi nafkah karena dirumahkan. Jelang setahun akhirnya bisnis pesiar mulai berjalan kembali dan sayapun sudah bekerja kembali, dan saya pun menyuruh istri saya untuk pindah dan mengurus anak2, akan tetapi istri berubah pikiran tidak mau pindah dengan alasan tidak cocok dengan ipar saya.. Kebetulan anak2 saya diurus oleh kakak ipar saya dari pihak almarhumah istri saya yg pertama, karena saya harus kerja ke luar negeri.. Istri saya mengeluhkan bahwa pihak ipar saya dan keluargana tidak menerimanya dengan baik, saya mencoba untuk meyakinkan istri agar tidak memikirkan anggapan mereka, tetapi istri merasa tidak betah Apalagi istri saya sekarang sedang mengandung anak kami yang pertama, makanya saya minta dia untuk pindah karena di kota dia bekerja dia tinggal sendirian dan saya khawatir Akan tetapi istri saya menolak dengan alasan ketidak nyamanan karena harus tinggal dengan ipar saya berbarengan, saya merasa istri saya tidak patuh kepada suaminya sendiri dan merasa kalo dia egois tidak memikirkan anak2 saya, apalagi dia dalam keadaan hamil.. Saat ini saya tinggal bersama ipar saya tersebut karena jika saya berlayar, yang mengurus anak2 saya adalah ipar saya ( tinggal bersama dalam rumah yang saya kontrak) Bagaimana saya harus bersikap kepada istri yang tidak mau pindah dan mengurus anak2 saya, padahal diawal sebelum menikah dia janji akan pindah dan mengurus anak2 saya, apalagi dia dalam keadaan hamil Kami sampai bertengkar akan hal ini tapi istri tetap teguh dengan pendiriannya tidak mau pindah dan masih tetap bekerja Terima kasih ustad Wassalammualaikum wr wb

 



-- Ricky (Badung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Jika ada perbedaan pandangan antara anda dan isteri. Harus dicari solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Solusi terbaik adalah solusi yang menyenangkan dan diterima kedua belah pihak. Dengan demikian keduanya mendapat kemenangan bersama,tidak ada yang merasa kalah. Bukan memaksakan pihak lain untuk mengikuti kemauannya sendiri. Sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik akhirnya.

Untuk bisa mendapatkan kemenangan bersama. Semua pihak harus mau saling mendengar keinginan pihak lain. Dengan saling mendengar, maka akan terjadi sikap saling memahami. Anda bisa menyampaikan perkara yang menjadi pertimbangan anda meminta isteri anda pindah kota. Sampaikan dampak baik dan manfaatnya bagi anda, anak-anak dan isteri anda jika isteri anda mau pindah kota. Dan sampaikan dampak negative jika isteri anda tidak pindah kota.

Pada sisi lain ,anda juga harus mau mendengar alasan isteri anda memutuskan tidak mau pindah kota. Dengarkan dampak positif dan negative yang dia sampaikan jika dia tetap tinggal di tempat dia sekarang ini. Anda harus memahami perasaan isteri anda yang selalu ketemu dengan ipar anda jika dia serumah dengan ipar anda, sementara dia tidak merasa nyaman dengannya. Hal itu berbeda dengan anda yang kerja di luar.

Solusi yang bisa anda tawarkan, misalnya anda tawarkan untuk tinggal di rumah yang terpisah dengan ipar anda yang dikeluhkan oleh isteri anda. Sehingga alasan dia tidak diterima oleh keluarga iparnya tidak ada lagi dan dengan itu anda dan isteri dapat mengelola keluarga dengan baik tanpa anda campur tangan dari pihak lain.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc