Anak Dari Istri

Fiqih Muamalah, 17 November 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum.

Mau tanya tadz :

1. Jika karena perkawinan Fulan dan Fulanah maka anak perempuan bawaan istri menjadi mahram setelah istri digauli, kemudian apabila terjadi perceraian kembali. Apakah suatu saat apabila anak perempuan tersebut melahirkan anak perempuan dan setelah besar anaknya kemudian maka masih tetap mahram bagi si Fulan atau dapat dinikahi oleh si Fulan.

2. Apakah setelah bercerai maka seluruh anak perempuan yang lahir dari pernikahan setelahnya masih merupakan mahram bagi mantan suaminya.

3.  Dalam suatu pernikahan ternyata Fulanah melakukan zinah dengan lelaki lain dan melahirkan anak perempuan hasil zinahnya tanpa disadari oleh suami sahnya, yang baru ketahuan belakangan. Apakah anak perempuan tersebut mahram bagi Fulan suami sahnya.

Terima kasih 

Wa 'alaikum salam



-- James Ibrahim (Jakarta Selatan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Apabila seorang laki laki muslim menikah dengan seorang janda muslimah yang telah mempunyai anak, maka anak bawaan istri tersebut dengan istilah Rabibah, dan seorang rabibah itu akan menjadi mahram bagi bapak tirinya dengan syarat bapak tiri tersebut telah berhubungan badan dengan ibu kandungnya, dan kemahraman tersebut bersifat abadi, dalam arti meskipun bapak tirinya dikemudian bercerai dengan ibu kandungnya, maka rabibah tersebut masih menjadi mahram bagi mantan bapak tirinya, termasuk juga anak anak dari rabibah tersebut, yang karena diharamkan bagi mantan bapak tiri tersebut untuk menikah dengan rabaibah tersebut dan dengan anak anaknya

Dan anak zina dari seorang perempuan, itu akan bisa menjadi mahram bagi suami ibunya, kalau suami tersebut sudah berhubungan badan dengan istrinya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA