Dasar Hukum Uang Dari Kerja Penjoki

Fiqih Muamalah, 18 November 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz, saya ingin bertanya. Saya masih binggung tentang hukum uang yang saya dapat apakah haram atau halal. Ini saya dapat uangnya dari seorang mahasiswa yang mau dikerjakan tugas kuliahnya karena dia tidak bisa mengerjakan. Otomastis si mahasiswa ini kan bohongi dosenya karena bukan pekerjaan dia sendiri. Lalu uang yang saya dapat dari si mahasiswa ini hukumnya apa ustadz?



-- Luay (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dalam ketentuan Islam, menurut para Ulama' bahwa barang siapa yang mencari harta haram sementara ia mengetahui keharamannya, ia menerimanya atas izin dan ridho dari pemiliknya, seperti; barang yang diterima karena akad yang rusak, upah melayani perbuatan haram, seperti; persaksian palsu, menuliskan administrasi riba, atau harta suap yang diambil agar yang membayarkannya mendapatkan bagian yang bukan menjadi haknya, atau harta yang ia dapatkan dari hasil judi, undian/lotre, perdukunan dan lain sebagainya.

Maka harta tersebut haram karena pekerjaannya, tidak wajib dikembalikan kepada pemiliknya, sesuai dengan pendapat yang lebih kuat dari kedua pendapat para ulama.

Menurut mayoritas ulama diwajibkan baginya untuk membebaskan diri dari harta haram tersebut dengan cara mensedekahkannya kepada orang-orang fakir dan miskin dan untuk kemaslahatan umum lainnya, dan jika ia telah membelanjakannya untuk keperluannya maka tetap menjadi hutang dan beban bagi dirinya, ia tetap wajib untuk mensedekahkan setelah ia mampu membayarnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka uang yang anda dapatkan dari upah dari mahasiswa tersebut adalah haram, yang karenanya haram juga untuk anda pergunakan untuk menutup keperluan anda, dan untuk itiu anda wajib untuk beriistighfar kepada Allah dan memberikan harta tersbut kepada orang miskin yang membutuhkan atau untuk kepentiangan  umum

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA