Patuh Pada Suami Atau Ibu Kandung

Fiqih Muamalah, 19 November 2022

Pertanyaan:

Saya seorang istri 2 anak yang juga bekerja saat ini saya tinggal serumah dengan orang tua saya. tetapi orang tua saya sangat mencampuri urusan rumah tangga saya. ibu saya sangat benci dengan suami saya. setiap hari ada saja konfliknya mana yang saya harus bela suami atau ibu kandung



-- Nn (Tangerang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dalam kondisi yang serba delematis seperti anda ceritakan, maka anda tetap wajib untuk berupaya tidak membenturkan antara taat kepada suami dan berbakti kepada orang tua, barangkali hal hal berikut bisa anda tempuh:

~ Diskusikan dengan Pasangan

Jika ada orang yang ikut campurtangan sudah melewati batas, anda perlu membahasnya dengan suami dan menjelaskan pendapat dengan baik serta kepala dingin. Jangan terdengar menyalahkan orang tua karena dia juga mertua dari suami anda yang juga wajib untuk dihormati

Utarakan saja bahwa maksud anda baik, yaitu agar anda berdua bisa semakin mandiri dalam mengambil keputusan sebagai sebuah keluarga yang independen dan tidak merepotkan pihak lain.

Lagipula, ada beberapa hal yang hanya diketahui oleh suami istri, maka sudah sepantasnya segala urusan rumah tangga anda diselesaikan oleh anda berdua saja tanpa campur tangan orang tuanya.

~ Jangan Mengumbar Masalah Rumah Tangga

Untuk menghindari orang tua yang mugkin salah satu sifatnya ingin tahu dan ingin ikut campurtangan, hindarilah menceritakan masalah rumah tangga anda ke mana-mana. Jika masih bisa diselesaikan bersama, tuntaskan masalahnya berdua bersama suami

Namun, kalau memang butuh pendapat dari orang lain, berceritalah pada orang-orang kepercayaan anda saja dan jangan sampai orang tua anda mendengarnya dari orang lain.

~Menyaring Masukan dan Kritik dari Orangtua

Kadang, tidak semua omongan dari orangtua anda salah. Pasti ada juga yang masuk akal, lagipula orang tua anda pasti juga menginginkan yang terbaik bagi pernikahan putrinya.

Buang nasihat yang tidak perlu dan yang bersifat destruktif, sementara terapkan yang kira-kira berguna bagi keluarga kecil anda.

Tetaplah percaya diri bahwa anda mampu mengambil keputusan bagi keluarga, tapi sesekali menuruti orang tua bisa membawa berkah tak terduga pula.

~Tunjukkan anda dan suami sudah mandiri

Alasan utama mengapa orang tua terkadang ikut campur biasanya adalah ketidakpercayaan. Maka itu, anda dan suami perlu membuktikan pada orang tuanya bahwa sekecil dan sebesar apa pun masalah yang ditemui, harus sanggup menghadapinya bermodalkan rasa saling percaya, kompromi, dan keterbukaan.

~Tinggal terpisah dengan orangtua

Jika anda dan suami masih tinggal di rumah orangtua, solusi efektif untuk menghindari orang tua ikut campur dalam rumah tangga adalah menyewa rumah. Tinggal satu atap yang sama dengan orang tua, tidak menutup kemungkinan ia akan selalu ikut campur dan bahkan selalu mengawasi gerak-gerik sehingga anda tidak leluasa.

Cobalah ngobrol dengan suami dan katakan bahwa anda ingin berumah tangga sendiri. Tidak harus membeli rumah, menyewa pun tak masalah.

~Berusahalah mencuri perhatian orangtua

Dari pada terus-menerus menganggap orang tua sebagai musuh, lebih baik perlakukan ia secara baik dan santun sebagai wujud dari bakti anda kepada orang tua. Salah satu penyebab orang tua ikut campur mungkin karena ingin mendapatkan perhatian. Karenanya, tak ada salahya anda bersikap lembut dan senantiasa berusaha mencuri hatinya. Anda bisa mengajak orang tua jalanjalan bersama, dengan begitu anda dan orang tua akan semakin dekat.

~Tanggapi dengan humor

Cara menanggapi orang tua ikut campur selanjutnya adalah menanggapi dengan bercanda. Semua kekakuan dalam hubungan in syaa Allah akan mencair jika terus ditanggapi dengan humor. Anggapan itu mungkin ada benarnya juga dan tidak ada salahnya diterapkan ketika anda mendapatkan kritikan dari orang tua.

~Jangan mudah sakit hati

Saat orang tua mengkritik, sebaiknya aanda jangan mudah berburuk sangka hingga membawanya ke hati. Hal ini hanya akan membuat anda malas dengan orang tua.

Jika memang tidak suka dengan kritikannya, anda sebaiknya tinggal pergi sebentar atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Demikian, semoga Allah swt berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-nya

Wallahu a'lam bishshawaab 

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA