Dosakah Memukul Dan Memaki Suami Karena Sangat Kesal?

Fiqih Muamalah, 5 Desember 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz.

Saya ingin bertanya, suami saya sudah kecanduan judi online. Saya sudah sering Tegur dan memaki beliau tp tetap saja sangat sulit.. kemarin saya emosi, disaat tanggal tua uang untuk dapur saja pas2an mungkin bisa jadi kurang. Tapi beliau malah memakai uang untuk bayar KPR rumah untuk main judi tersebut. Pdhl sblmnya sudah ketahuan di pakai setengah nya dr uang KPR, stlh di omelin segala macam tetap besoknya malah uang KPR nya di habiskan. Saya ga habis pikir, beliau juga sampai pinjam2 online. Dan setiap bulannya pasti selalu ada tagihan. Saya kesal sehingga saya memukul kepala suami saya dan memaki nya dengan kata2 kasar, suami saya terima setiap di pukul dan di maki karena memang beliau salah. Stlh itu saya sadar dan meminta maaf karena sangat emosi. Tp sejauh ini saya tidak pernah mendengar beliau meminta maaf atas apa yg ia lakukan. Lalu saya tulis surat perjanjian, apabila kedepannya suami masih main judi online. Maka kami sepakat untuk pisah/cerai. Di tanda tangani dengan materia. Walaupun berat, tp saya rasa memang sebanding. Jadi menurut pandangan ustadz apakah saya salah memukul suami dan buat surat perjanjian?



-- Fitri (Bekasi )

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Bahasa komunikasi orang Islam dengan sesamanya itu harus lemah lembut dan tidak boleh kasar (QS. 3:159), yang karenanya maka cara anda untuk mengingatkan suami yang khilaf dengan memaki-maki, apalagi memukul itu adalah sesuatu yang tidak dibenarkan.

Ketika upaya anda dengan optimal untuk menasihati suami yang sering melakukan kesalahan itu belum berhasil, anda mestinya bisa menempuh jalan lain yang lebih bijak, misalnya dengan menghadirkan fihak ketiga yang anda yakini bisa menasehati suami anda dan menjadi penengah

Dan kalaupun kemudian dengan upaya-upaya anda tersebut juga tidak memberikan solusi, maka bisa anda membuat surat perjanjian sebagaimana yang anda tanyakan, bahkan kalau diperlukan dengan menghadirkan beberapa saksi yang ikut tanda tangan dalam surat perjanjian tersebut.

Tetapi ada yang juga sangat penting untuk anda lakukan disamping upaya upaya diatas, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbaiki ibadah anda dan berdoa dengan tulus, agar Allah berkenan untuk memberikan berbagai kemudahan, taufiq dan ridho-Nya kepada keluarga anda.

Demikian, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan perlindungan kepada keluarga anda

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamum 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA