Taubat

Fiqih Muamalah, 8 Desember 2022

Pertanyaan:

assalamu alaikum ustad mau tanya  tentang  pertanyaan yg lalu tapi dengan beda pertanyaan, rumah saya mau di bersihkan perabotannya sama ibu dan saudari serta keponakan saya, kemudian saya membantunya, di saat saya membantunya saya tidak meneruskannya karena kepala saya pusing karena memikirkan sesuatu,  lalu saya bilang kepada ortu bahwa kepala saya pusing, ortu saya marah, dan kelihatannya tidak percaya, kemudian saya membohonginya dengan bilang, bahwa saya sakit kepala karena  belum sarapan, padahal saya sudah makan 1 donat, pertanyaannya

apakah cara taubatnya cukup dengan taubat kepada Allah, dan menghentikannya atau kita berterus terang kejadiannya, sementara apabila saya berbicara dengan ortu saya, dia kadang mempunyai masalah pendengaran, yg kalau ngomong harus di keraskan, dan di khawatirkan sulit mengerti apa yg saya omongkan sehingga saya harus mengulang ulang dengan nada keras baru bisa  mengerti dan ini membuatku kesulitan, karena jadi rame dan di khawatirkan marah (dengan wajah kesal ), bukan marah karena saya berterus terang, tapi marah karena nada saya yg keras, dan marahnya bukan dengan perkataan tapi dengan wajah ortu yg menunjukkan kekesalan.



-- Ali Mukti (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dalam kondisi seperti itu, insyaaAllah cukup bagi anda untuk hanya bertaubat kepada Allah. Dan untuk bertaubat kepada Allah, maka anda harus melakukan yang berikut: Meninggalkan dosa berbohong, menyesali atas dosa yang telah anda lakukan, berjanji untuk tidak kembali mengulang dosa kepada orang tua, lakukan taubat itu sekarang dan niatkan karena memohon ridho Allah

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA