Status Perkahwinan

Fiqih Muamalah, 10 Maret 2023

Pertanyaan:

Saya sudah 14 thn berkahwin, selama 14 thn tu pula mcm2 yg sudah saya terima. Dy baik dan selalu memberi nafkah dan bertanggungjawab.j tidak pernah keluar rumah kecuali keje..tapi tu lah..time keje tu la Dy selalu berlaku curang pada saya.. bukan sekali dua tapi selalu dlm 14thun perkahwinan kami.. saya tidak tau nyah brapa kali saya maafkan Dy.. sampai pada akhirnya saya tidak sanggup lagi dan mulai menyerah... Berulang kali saya minta Dy bercerai tapi Dy menolak...dgn mcm2 alasan.. sampai pada suatu masa Dy bersetuju tuk melepaskan Saya tapi tidak berucap saya ceraikan awak.. cuma cakap oke saya lepaskan awak dengan berulang ulang.. sejak saat itu pon kami tidak berhubungan suami isteri sampai k hari ni, sudah 2 bulan.. biarpun kami masih tinggal dalam 1 rumah..saya mau bertanya, mcam mana ye sebenarnya status perkahwinan saya ye?..dan ape yg sebaiknya saya lakukan sekarang?



-- Ferawati (Selangor )

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Talak atau cerai itu adalah hak suami, dalam arti yang bisa menceraikan itu hanyalah suami, sementara istri tidak bisa menceraikan suaminya, istri hanya mmpunyai hak untuk minta cerai dari suami, tetapi keputusan cerai tetap melekat pada suami

Berdasarkan hal tersebut, maka ketika istri minta cerai dari suaminya dan suami tidak merespon permintaan istrinya, maka tidaklah jatuh hukum cerai, namun ketika suami merespon atau menyetujui permintaan cerai istrinya, maka jatuhlah hukum cerai yang disebut dengan istilah khulu', dengan ketentuan istri wajib mengembalikan mahar kepada suaminya atau senilai dengan mahar, dan cerainya termasuk talak bain kecil, dalam arti akad nikahnya sudah rusak dan masa iddahnya satu kali haidh, Sehingga dengan terjadinya khulu' tersebut setatusnya bukan lagi suami istri, dan kalau mau ruju' harus melakukan akad nikah ualng setelah habisnya masa iddah

Dan berdasarkan penjelasan anda, dimana suami pernah merespon permintaan cerai anda dengan menyetujui untuk melepaskan, maka berarti telah jatuh khulu', sehingga ketika ada keinginan untuk ruju', maka haruslah dilakukan akad nikah ulang

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA