Fidyah

Puasa, 21 Juni 2023

Pertanyaan:

Pada 2018 saya tidak meng-qodo puasa 3 hari. Tapi pada 2019 saya meng-qodonya dengan qodo puasa 2019. Namun pada saat itu saya belum tahu yang namanya fidyah. lalu di tahun 2021, saya baru mengetahui bahwa orang yang tidak meng-qodo puasanya harus bayar fidyah sebanyak hari yang ditinggalkan. Lalu saya bayar fidyah 3 mud ke tukang becak (sudah sepuh). Namun pada 2023 sekarang, saya baru mengetahui bahwa fidyah berlaku kelipatan. Alhasil, pada 2021, saya harus bayar fidyah lebih dari 3 mud, tapi saya bayar hanya 3 mud. lalu, karena saya baru mengetahuinya di tahun 2023, maka saya menghitung jumlah fidyah yang harus saya bayar mulai dari tahun 2019-2023. Maka jumlahnya adalah 15 mud. Namun, karena saya sudah bayar 3 mud, maka saya kurangi menjadi 12 mud. Dan sudah saya bayar 12 mud itu.

sah kah fidyah saya? Bagaimana jika fidyah tahun 2021 itu penerimanya tidak memenuhi syarat (fakir miskin dan miskin)? Saya benar2 kepikiran akan hal ini. Mohon bantuannya

terima kasih



-- Putri (Tasikmalaya)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikium wrwb.

Fidyah yang dibayarkan sebagai pengganti bagi yang tidak berpuasa karena usia lanjut, sakit kronis, pekerja berat secara permanen, wanita hamil atau menyusui yang berat untuk berpuasa, itu minimal untuk satu hari puasa yang ditinggalkannya adalah 7 0ns dari makanan pokok dan harus diberikan kepada fakir miskin sebagaimana yang disebutkan di Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 184.

Berdsarkan hal tersebut, jika ada kesalahan pembayaran; baik ukuran atau sasarannya, maka seyogyanya disempurnakan

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA