Pantas-Tidakkah Saya Menerima Bansos?

Fiqih Muamalah, 7 September 2023

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustad/Ustadzah

Saya ingin bertanya, beberapa bulan belakangan ini saya menerima Bansos dari Pemerintah dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 600.000,- dan atau dalam bentuk sembako berupa beras. Tapi saya berpikir apakah saya pantas mendapatkannya? Terlepas saya bekerja dengan gaji kotor dibawah UMR daerah tempat saya bekerja, saya juga sudah 1 ½ tahun tidak dinafkahi oleh suami saya meski akhirnya di bulan kemarin suami mengirimkan saya uang sebesar Rp 400.000,- tetapi saya tidak tau apakah saya akan dinafkahi di bulan berikutnya atau tidak. Disamping itu saya memberikan 25% dari gaji kotor saya kepada Ibu karena beliau seorang janda dan yatim meski beliau juga bekerja dengan upah rata-rata Rp 200.000,- per minggu terkadang tidak menentu. Ditambah lagi saya masih serumah dengan beliau, jadi hitung-hitung saya sedikit membantu kebutuhan beliau dan adik saya yang masih sekolah dengan cara seperti itu.

Saya sempat mencari info via daring, siapa-siapa sajakah yang berhak mendapatkan Bansos tersebut. Diantara kriteria-kriteria tersebut, yang sesuai dengan keadaan saya adalah pekerja swasta dengan gaji dibawah 5 juta. Selebihnya seperti warga miskin/rentan miskin, bisa dibilang saya tidak termasuk, saya anggap saat ini saya tergolong warga sederhana/menengah. Kriteria selanjutnya adalah memiliki BPJS Ketenagakerjaan aktif, sedangkan saat ini BPJS Ketenagakerjaan saya tidak punya atau sudah tidak aktif lagi.

Itu gimana ya Ustad/Ustadzah, apakah saya tidak termasuk kedalam orang-orang yang menerima Bansos dari Pemerintah? Dan apa hukumnya jika saya tetap menerima Bansos tersebut meski saya tidak termasuk kriterianya? 

Semoga berkenan untuk dijawab. Terimakasih.

Wassalamualaikum.

 



-- Susi (Tangerang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Sebaiknya anda menghubungi Instansi yang mempunyai wewenang untuk memberikan Bansos, untuk menanyakan apakah dengan kondisi seperti anda sekarang memang termasuk yang berhak untuk menerima bantuan tersebut atau tidak, agar nantinya anda tidak lagi ragu ragu

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA