Suami Diduga Selingkuh

Pernikahan & Keluarga, 10 September 2023

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bagaimana jika suami menunjukkan tanda2 selingkuh, banyak bukti tetapi tidak ada bukti langsung (terpergok langsung atau rekaman selingkuh)? Saat dikonfrontir suami selalu mengelak dgn berbagai alasan, tidak jarang malah bertengkar..

Saya coba percaya tapi selalu muncul bukti baru yg membuat semakin curiga..

Bolehkah saya merencanakan untuk memergoki langsung perselingkuhan suami saya??



-- Hamba Allah (Sidoarjo)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Merencanakan untuk memergoki langsung perselingkuhan suami adalah termasuk tindakan tajassus atau mematai-matai dan mencari-caru kesalahan. Tajassus adalah perbuatan yang terlarang walaupun dengan dasar adanya sesuatu yang mencurigakan. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (QS. Al-Hujurat : 12)

Untuk meyakinkan diri atas sesuatu yang mencurikagan tidak harus dipastikan dengan melihat langsung kejadian yang dicurigai tersebut. Untuk meyakinkan dugaan bisa dengan cara meminta yang dicurigai untuk mengucapkan sumpah, bahwa yang bersangkutan tidak melakukan yang dituduhkan itu. Jika dia mau bersumpah, maka cukuplah itu menjadi pegangan bahwa yang dikatakannya benar dan tidak ada alasan lagi untuk curiga.

Pada dasarnya kita hanya diwajibkan untuk melihat yang dhahir atau yang tampak adapun yang batin dan tidak kelihatan kita serahkan urusannya kepada Allah swt. Jika dia bilang tidak selingkuh, maka itulah yang harus dipercaya. Adapun jika dia mengatakan yang tidak sebenarnya, biarlah Allah yang mengurusnya. Rasulullah marah kepada sahabat Usamah bin Zaid yang membunuh orang yang telah mengucapkan laa ilaaha illa allah yang diduga dia mengucapkan kalimat hanya karena takut dibunuh.

 

« أَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَقَتَلْتَهُ ». قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنَ السِّلاَحِ. قَالَ « أَفَلاَ شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لاَ ». فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَىَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّى أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ

Bukankah ia telah mengucapkan laa ilaha illallah, mengapa engkau membunuhnya?” Saya menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengucapkan itu semata-mata karena takut dari senjata.” Beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” Beliau mengulang-ngulang ucapan tersebut hingga aku berharap seandainya aku masuk Islam hari itu saja.” (HR. Muslim)

Sebuah hubungan keluarga yang dibangun diatas kecurigaan dan prasangka buruk tidak menghasilkan apa-apa kecuali keburukan. Karena itu berusahalah untuk menerima apa yang dikatakan suami anda. jika anda tetap memperturutkan resa curiga maka hubungan anda dengan suami akan hambar dan tidak harmonis. Jika suami isteri tidak salaing percaya, buat apa hidup bersama.

Bertawakallah kepada Allah dalam urusan yang anda tidak bisa menjangkaunya. Sampai tiba saatnya Allah menunjukkan yang sebenarnya. Dan dengan kebenaran itu anda bisa memutuskan apa yang harus anda lakukan dan putuskan. Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc