Perselingkuhan Suami

Pernikahan & Keluarga, 11 September 2023

Pertanyaan:

Saya menikah sudah 22 th, sejak awal hingga saat ini saya ketahui suami selingkuh dengan wanita mantan pacarnya, Saya kira hubungan nya sekedar melalui telfon,, dan baru kemarin saya mengetahui jika mereka sering berhubungan intim...

Ternyata saya di bodohi selama 22 th, rasanya sakit sekali.. Tapi sikap suami kpd saya baik, perhatian pokoknya tanpa cacat kalo saya bersikap baik,Tapi kalau membahas hubungannya dengan selingkuhannya itu dia marah2...

Anak kami 4 yg pertama sudah kuliah..

Mohon bantuannya apa yang harus saya lakukan

 



-- Mawar (Semarang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum anda menghukumi suami anda selingkuh, bermaksiat dan melakukan hubungan intim secara tidak sah selama bertahun-tahun. Terlebih dahulu anda harus memastikan suami anda berselingkuh atau nikah sirri?. Berselingkuh dalam artian menjalin hubungan dengan wanita lain yang tidak diikat oleh pernikahan yang sah. Alias berbuat serong dengan wanita lain dan berzina dengannya.

Kami khawatir apa yang anda sebut sebagai perselingkuhan itu adalah nikah sirri, yaitu hubungan dengan wanita lain lewat pernikahan dibawah tangan. Tidak tercata di KUA. Bisa jadi suami anda selama ini menikahi mantan pacarnya itu tanpa sepengatahuan anda, dan baru belakangan ini anda mengetahuinya.

Jika suami anda benar-benar bermaksiat dengan menlakukan hubungan diluar nikah dengan wanita lain dan berzina dengan wanita itu, maka dia telah berbuat dosa besar. Apalagi jika dia berselingkuh dengan wanita yang sudah bersuami.

Tetapi jika ternyata suami anda telah menikahi mantan pacarnya itu, atau melakukan poligami-karena sangat rahasianya sampai anda menduga dia berselingkuh-maka secara syar’i tidak salah, walaupun dia melakukan itu tanpa seijin anda. Karena seorang laki-laki boleh menikahi wanita lebih dari satu.

Setelah anda mendapati kejelasan duduk perkaranya, maka anda boleh mengambil sikap terbaik bagi diri anda dan masa depan anak-anak anda. Jika yang terbaik adalah mempertahankan keluarga, maka silahkan anda pertahankan dansabar dengan segala dampaknya. Semoga kesabaran anda mendapatkan pahala terbesar di sisi Allah. Jika yang terbaik adalah berpisah, maka pilihan itu bisa diambil. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc