Konsultasi

Fiqih Muamalah, 16 September 2023

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi. WB

Saya seorang istri kedua yg menikah siri, dan disaat saya hamil 8 bln hubungan kami ketahuan istri prtmanya, lalu istri pertamanya memaksa suami untuk menceraikan saya, memaksa suami menandatangan surat diatas materai untuk mentalak saya dgn talak 3 lalu dikirimkan melalui org lain kerumah kami. Suami saya menurutinya karena kami pernah ketahuan lalu istri ny membuat perjanjian meterai soal harta ,JD skrg Dy tidak bisa berkutik dan terpaksa menandatangani talak untuk saya,Dia masih menafkahi uang KPD saya melalui saudaranya. Dia menandatangani nya karena dipaksa saudaranya pun bilang sprti itu, tapi sampai skrg dia tidak berkomunikasi lagi dgn saya dan anak saya. Dia hanya memberi uang melalui saudaranya karena dia selalu diikuti istrinya, apakah kami sudah sah cerai nya ??



-- Adelia (Bangka Belitung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak atau cerai itu adalah hak suami, dalam arti yang bisa memutuskan hukum cerai itu hanya suami. Dan ketika cerai dengan lafadz yang sharih atau jelas (mis. cerai atau talak), sudah disampaikan oleh seorang suami (melalui ucapan, tulisan atau utusan) kepada istrinya yang sah, maka secara otomatis jatuh hukum cerai atas istrinya, meskipun dilakukan dalam keadaan suami itu emosi, senda gurau, terpaksa (yang tidak mengancam jiwa), apalagi serius

Berdasarkan hal tersebut, maka kalau yang telah anda sampaikan tersebut benar sudah terjadi, maka berarti anda sekarang sudah dalam poisisi cerai pertama, yang apabila mau ruju' setelah berlalalu masa iddah (3 X suci), maka wajib ada akad nikah ulang.

Demikian, semoga Allah berkenan untuyk memberikan kemudahan, aufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA