Assalamu'alaikum, ustadz izin bertanya, untuk wanita ketika umroh kan ada larangan menggunkan cadar/ niqob dan sarung tangan. Jika tangan tdk pakai sarung tangan tetapi tertutup jilbab yg besar atau mukena itu bagaimana ya ustadz hukumnya?
jazakallau khairan
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Benar, bagi seorang wanita yang bet-Ihrom baik untuk haji atau umroh dilarang untuk memakai niqob/cadar dan sarung tangan, tetapi tetap dianjurkan untuk menutup wajah dan tangannya dengan kain selain niqob dan sarung tangan.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak memerintahkan wanita yang sedang ihram untuk membuka wajahnya. Yang beliau larang hanya menggunakan niqab. Kedua masalah tersebut berbeda.
Seorang wanita dilarang untuk memakai niqab, akan tetapi hendaknya dia menutup wajahnya tanpa menggunakan niqab, seperti dengan kain yang dijulurkan.
Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata,
كَانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّونَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْرِمَاتٌ ، فَإِذَا حَاذَوْا بِنَا سَدَلَتْ إِحْدَانَا جِلْبَابَهَا مِنْ رَأْسِهَا عَلَى وَجْهِهَا ، فَإِذَا جَاوَزُونَا كَشَفْنَاهُ (رواه أحمد، 23501 وأبو داود، 1833، وحسنه الألباني)
"Serombongan orang lewat di depan kami saat kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam keadaan ihram. Ketika mereka berpapasan dengan kami, maka kami menjulurkan jilbabnya dari atas kepalanya ke wajahnya. Jika mereka telah lewat, maka kami buka kembali." (HR. Ahmad, 23501, Abu Daud, 1833, dinyatakan hasan oleh Al-Albany)
Syaikhul Islam berkata, "Seorang wanita boleh menutup mukanya, akan tetapi bukan dengan pakaian yang khusus dibuat seukuran anggota tubuhnya, sebagaimana laki-laki dilarang memakai celana, sebagai gantinya memakai kain." (Majmu Fatawa, 22/120)
Demikian, semoga Allah berkenan untukmemberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.