Assalamualaikum ustadz, Saya adalah salah satu dari sekian banyaknya remaja yg kecanduan masturbasi, tepatnya ketika kelas 2 smp, ketika itu saya sering sekali onani/masturbasi.
Saya sempat mempelajari macam macam najis seperti mani, madzi, dan wadzi, namun benar benar hanya sekilas, dan juga saya saat itu belum begitu paham mengenai hal itu, ntah itu perbedaannya, ciri ciri, atau cara penyuciannya, jadi pada intinya tidak mengerti, kurang paham, dan salah persepsi.
Yang dimana ketika saya mengeluarkan sperma ketika mastubasi, nah disitu saya menganggapnya itu adalah madzi, yg dimana cara menyucikannya itu hanya cukup di basuh di daerah yg terkena cairan itu, jadi saya tidak pernah mandi junub karena menganggapnya hanya sekadar madzi.
Memang di suatu waktu ketika di kelas 1 sma saya pernah mendengar ada sekumpulan murid disekolah saya yg sedang nongkrong, ngobrol, bercanda dimana salah satunya bilang "si A suka ngocok ya ?" "hahaha pasti bolak balik mulu ke kamar mandi buat mandi wajib" di situ saya berpikir dalam hati "emangnya sperma harus sampe mandi ya ? Bukannya cuma madzi yg dimana cukup dibasuh doang" nah disitu aku mengira bahwa mereka lah yg keliru soal ini, yg dimana sepengetahuan/sekeyakinan saya ini cuma madzi yg tidak harus sampai mandi wajib untuk bersuci nya
Namun ketika saya menginjak kelas 3 sma disitu saya mempelajari lagi mengenai materi ini, yg dimana saat itu saya sadar bahwa yg selama ini saya keluarkan itu bukan madzi, melainkan mani yg dimana cara menyucikannya harus mandi wajib.
Jadi intinya saya selama sekitar 5 tahun masturbasi tidak pernah melakukan mandi wajib dikarenakan saya mengira bahwa itu masuknya madzi yg dimana cukup dibasuh air, tapi ternyata baru paham ternyata itu mani yg dimana harus mandi wajib, ini dikarenakan saya kurangnya pemahaman, kurang mengerti, salah paham, salah persepsi mengenai hal ini
Jadi, apakah saya harus mengganti/qadha shalat dan puasa saya selama 5 tahun ini ustadz ? Jika iya, bagaimana niat shalatnya nya, tata caranya, atau ketentuan lainnya ? Tolong mohon penjelasannya sejelas jelasnya pak ustadz ?, saya benar benar sedih, frustasi, cemas, ketakutan ya Allah
Apakah saya harus menggantj shalat selama 5 tahun yg jumlahnya 9.000 lebih itu ?
Waa'alaikumussalaam wrwb.
Masturbasi atau onani diharamkan dalam agama Islam. karenanya anda wajib untuk bertaubat darinya. Yaitu dengan meninggalkannya sama sekali, menyesalinya dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi. Jika saat anda masturbasi diiringi dengan keluar mani, maka ketika itu kalau anda sedang puasa, maka puasa anda batal dan wajib untuk mengqadha', dan tidak sah shalat ketika itu sebelum anda mandi junub. Namun jika ketika itu tidak keluar mani, hanya keluar madzi saja, maka puasa anda tetap sah dan anda tidak harus mandi untuk shalat, cukup membersihkan madzi dan berwudhu
Perbedaan utama antara proses keluar mani (sperma) dan madzi adalah sebagai berikut: mani keluar dengan disertai kenikmatan dan rasa lemas setelahnya dan keluarnya memancar dari kemaluan, sedangkan madzi keluarnya tanpa kenikmatan dan tidak memancar.
Dan siapa yang melakukan masturbasi kemudian mengeluarkan mani, dan dia tidak mengetahui bahwa wajib mandi darinya dan bahwa dia membatalkan puasa, apakah wajib baginya mengqadha shalat dan puasanya?
Dalam masalah ini terdapat perbedaan di antara para ulama. Jumhur (mayoritas Ulama) ulama berpendapat wajib mengqadha, sedangkan sebagian ulama menyatakan tidak wajib. Yang lebih hati-hati adalah anda mengqadha puasa anda jika ketika itu keluar mani. Sedangkan untuk shalat, hendaknya anda memperbanyak shalat sunnah dan amal saleh lainnya, kami berpendapat tidak diwajibkan qadha, karena blum faham hukumnya.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, tauifiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.