Pertanyaan:
1. Apakah hal ini termasuk waswas karna 1 jam sebelumnya pikiran saya baik-baik sj dan tiba tiba tidak sengaja mengucapkan di hati dengan kata yang tidak pantas "nabi Muhammad seorang p*nyih**" atau perkataan yang tidak pantas bagi seorang muslim yang mencela menuduh dan saya mencoba menolak hal tersebut saya takut menjadi seorang kfir,
dan saya takut ketika Konsul seperti takut menjadi - jadi Kalo tidak bertanya juga takut salah dan penuh tanda tanya
2. Dan apakah efek waswas bisa kebawa bawa karena saya sering melawannya dengan mengulang ulang perkataan yang baik di hati? Seperti terus terusan mengucapkan hal yang baik secara ulang ulang padahal di hati dan pikiran udah damai
3. Dan apakah waswas bisa muncul kapan saja?
4. Apakah waswas bisa kembali lagi?
Apakah saya bisa dan perlu bersyahadat ulang ?
Terimakasih, maaf pertanyaannya itu itu aja soalnya saya takut dan efeknya secara mental kerasa banget mudah marah, sedih suka mengurung diri merenung sampai saya takut mau curhat ortu :)
--
Azriel (Pekalongan )
Jawaban:
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Perasaan takut dan pikiran buruk yang datang tiba-tiba dan anda tolak tidak serta-merta membuat anda kafir, karena yang terpenting adalah niat dan penolakan anda terhadap pikiran tersebut, yang justru menunjukkan keimanan anda.
Kondisi ini adalah bentuk waswas atau keraguan yang bisa ssulit untuk dikendalikan, karena muncul secara tiba-tiba dan dapat muncul kapan saja.
Mengulang-ulang dzikir untuk menenangkan diri setelah pikiran tenang sebenarnya tidak masalah, namun jika berlebihan dan menjadi beban, itu justru dapat memperburuk waswas.
Perkataan buruk yang muncul tanpa sengaja dan anda tolak, serta rasa takut menjadi murtad adalah ciri khas waswas atau keraguan. Yang menentukan keimanan adalah niat dan hati anda. Jika anda menolak pikiran tersebut dan berusaha melawannya, ini adalah tanda keimanan dan justru menunjukkan bahwa anda tidak ingin melakukan hal tersebut.
Ketakutan akan setiap tindakan dan pertanyaan yang tidak pasti itu wajar, tetapi ini justru bisa menjadi sumber waswas yang lebih besar.
Mengulang dzikir adalah cara yang baik untuk menenangkan hati, namun jika terus-menerus dilakukan hingga menjadi beban dan tidak ada ketenangan, maka hal itu bisa menjadi bagian dari waswas.
Jika hati dan pikiran sudah damai, mengulang dzikir secara berlebihan justru dapat memperpanjang dan memperkuat waswas.
Waswas bisa muncul kapan saja.
Waswas adalah gangguan dari luar kendali, yang bisa muncul tanpa diduga, bahkan saat anda merasa baik-baik saja.
Waswas bisa datang kembali karena bersifat seperti penyakit yang bisa kambuh.
Anda tidak perlu mengulang syahadat karena anda tidak keluar dari agama Islam. Justru, menolak pikiran dan perkataan kotor adalah bentuk menjaga keimanan.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA