Puasa Sunnah Tapi Masih Punya Tanggungan Puasa Wajib

Puasa, 28 Mei 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Ustadz. Bagaimana hukumnya melaksanakan puasa sunnah, misalkan puasa senin-kamis, tapi masih punya tanggungan puasa wajib yang belum terbayar (qadha'karena haid) pada bulan ramadhan. Jujur biasanya saya menuntaskan dulu qadha' puasa saya. Tapi saya punya seorang teman, beliau puasa sunnah namun puasa wajibnya belum terbayar. Mohon penjelasannya, Ustadz. Jazakumullah. Wassalamualaikum.

-- Ilmiyah (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Pada prinsipnya kewajiban meng-qodho' (membayar hutang) puasa Ramadhan ialah dilakukan secara tarakhi (tidak harus langsung dan karenanya boleh diselangi dengan perbuatan lain), hal tersebut disimpulkan dari firman Allah yang artinya ; "Maka wajib baginya untuk berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain " (QS. 2 : 184 & 185), dan sebagaimana juga telah disepakati, bahwa  batas akhir melaksanakan kewajiban meng-qodho' tersebut adalah bulan Sya'ban, berdasarkan riwayat dari Aisyah yang artinya kurang lebih:  "Saya pernah punya hutang sebagian dari puasa ramadhan, kemudian saya tidak bisa meng-qodho'nya, kecuali di bulan Sya'ban."

Oleh karena itu, boleh saja bagi yang mempunyai hutang puasa ramadhan, sebelum ia meng-qodho' hutang puasanya, untuk berpuasa sunnah (seperti puasa 6 hari di bulan Syawwal atau puasa senin dan kamis) , meskipun yang  lebih utama tentunya (apabila memungkinkan) lebih mendahulukan  meng-qodho hutang puasanya sebelum ia berpuasa sunnah, agar segera terbebas dari kewajiban.

Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaikum wr. wb.



-- Agung Cahyadi, MA