Pertanyaan:
ustadz saya mau bertanya, jika ada lintasan kesyirikan dalam hati ketika saya melamun lalu saat sadar saya langsung melawan dan memalingkannya karna saya jg heran knp saya berpikir bgtu lalu saya mengingat² yang terjadi apakah td saat melamun itu hanya lintasan atau saya sendiri padahal saya tahu bahwa saat waswas se harus nya dipalingkan namun saat itu saya mengingat² nya karna saya takut jika lintasan itu telah menetap dipikiran saya karena saya tidak langsung sadar sehingga saya salah
lalu saya mengatakan pada diri sendiri bahwa ini waswas, tidak lama kemudian ada hal yang akhir nya saya mengingat² lg lamunan saya yg tadi akhirnya lintasan bisikan "syirik" tsb lewat lg langsung saya lawan dan saya menyesal knp kok malah diingat² lg
apakah karena ini saya syirik ? jika ya apakah dengan penyesalan td lalu 1 jam setelah nya saya bertaubat dengan penyesalan tsb apakah sah ?
--
Illa (Sby)
Jawaban:
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Perasaan khawatir dan lintasan pikiran tentang syirik yang Anda alami saat melamun, diikuti dengan penyesalan, perlawanan terhadap pikiran tersebut, dan niat untuk bertaubat, menunjukkan bahewa anda sedang mengalami waswas (bagian dari gangguan bisikan setan) dan in syaa Allah bukan kesyirikan yang disengaja.
Islam membedakan antara lintasan hati atau pikiran yang tidak disengaja (disebut khawatir atau waswas) dengan keyakinan yang menetap atau perbuatan syirik yang disengaja. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa Allah mengampuni umatnya atas apa yang terlintas di hati mereka selama mereka tidak mengatakannya atau melakukannya. Adanya rasa kaget, penyesalan, dan upaya untuk melawan pikiran tersebut adalah bukti keimanan anda, bukan kekafiran atau syirik.
Tindakan anda yang "mengingat-ingat" lamunan karena takut jika pikiran itu menetap justru menjadi celah bagi waswas untuk kembali dan menguat. Waswas akan bertambah parah jika anda terlalu memikirkannya dan merasa bersalah atas sesuatu yang berada di luar kendali anda.
Seperti yang anda sadari, cara terbaik menghadapi waswas adalah dengan langsung memalingkan pikiran, mengabaikannya sepenuhnya, dan tidak melayaninya, apalagi mengingat-ingatnya kembali. Dengan mengabaikannya, bisikan itu akan melemah dan hilang.
Karena anda tidak melakukan kesyirikan secara sadar dan sengaja, taubat yang anda lakukan (meskipun 1 jam setelah kejadian) in syaa Allah diterima oleh Allah, asalkan dilakukan dengan penyesalan yang tulus dan niat kuat untuk tidak melayani pikiran tersebut di masa mendatang. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sebagai saran intuk anada, Saat pikiran itu muncul lagi, jangan dilawan dengan perdebatan di kepala, tapi langsung alihkan fokus anda pada hal lain (zikir, membaca Al-Qur'an, atau aktivitas fisik).
Pahami bahwa ini adalah ujian dan bagian gangguan dari setan, dan perasaan bersalah yang berlebihan adalah bagian dari tipu daya setan untuk membuat anda putus asa.
Memperbanyak zikir (La ilaha illallah, A'udzu billahi minasy syaithonir rojim) membantu menenangkan hati dan mengusir bisikan setan.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikn kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA