Pertanyaan:
1. Bagaimana cara bertaubat dari dosa jariyah?
2. Jika kita menonton/membaca berita buruk seperti penganiayaan, penculikan dll, kemudian kita ceritakan kepada orang lain, apakah itu termasuk menggibahi pelaku?
3.Saya sering dengar dosa ghibah dapat ditebus dengan meminta ampun untuk kita dan korban, mendoakan kebaikan untuknya, menyebut kebaikan korban di tempat kita menyebut kejelekannya, dll. Apakah semua itu harus dilakukan atau cukup salah satu dan bertaubat? Karena kadang saya membicarakan buruknya orang dan tidak tau kebaikan orang itu jadi saya tidak bisa menyebutkan kebaikannya. Terima kasih
--
Aisyah (Magelang)
Jawaban:
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir meskipun pelakunya sudah meninggal atau berhenti melakukannya, karena keburukan tersebut masih diikuti atau disebarkan oleh orang lain. Cara bertaubatnya adalah:
- Menyesali perbuatan, berhenti seketika, dan bertekad tidak mengulangi dan banyak beristighfar krpada Allah.
- Jika dosa berupa konten/tulisan, berusahalah menghapusnya. Jika tidak memungkinkan, sebarkan koreksi, perbaikan, atau konten kebaikan sebagai gantinya.
- Imbangi dosa masa lalu dengan menyebarkan ilmu bermanfaat, sedekah, atau contoh baik agar pahala mengalir dan menghapus dosa sebelumnya.
Hukum Menceritakan berita buruk orang lain (Penganiayaan/Penculikan) :
- Menceritakan keburukan/aib orang lain (pelaku kejahatan sekalipun) tetap termasuk ghibah jika hal itu tidak disukai oleh yang bersangkutan dan ia tidak dalam keadaan terang-terangan berbuat fasik.
- Ghibah diperbolehkan jika tujuannya untuk memberi pelajaran, mencari keadilan, atau melaporkan kejahatan kepada pihak berwenang. Jika hanya bergosip/obrolan tanpa tujuan syar'i, hukumnya haram.
- Sebaiknya hindari membicarakan aib orang lain, cukup doakan kebaikan atau fokus pada pelajaran yang bisa diambil tanpa perlu mengungkap identitas atau mendetailkan keburukannya.
Dosa ghibah termasuk dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia, sehingga tidak cukup hanya istighfar kepada Allah, tetapi juga harus dengan meminta maaf kepada yang dighibahi.
Langkah taubatnya adalah dengan melakukan taubat nasuha dan memohon ampunan Allah atas dosa ghibah, Memperbanyak istighfar untuk diri sendiri dan mendoakan ampunan bagi korban ghibah (misal: "Ya Allah, ampunilah aku dan ampunilah si fulan"), Mendoakan kebaikan bagi orang tersebut secara tulus, Bersedekah atas nama orang yang dighibahi.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA