Mengapa ekonomi saya dr awal nikah sampe sekarang di uji terus menerus
Pdhal sudah 5tahun mnikah
Wa‘alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Setiap manusia pasti akan diuji. Ujian yang Allah berikan berbeda-beda, baik dari sisi bentuk maupun waktunya. Sikap yang tepat dalam menghadapinya adalah bersabar. Dan agar mampu bersabar, seseorang perlu menyadari bahwa semua ujian datang dari Allah, dan Allah pula yang akan mengangkatnya pada waktu yang telah Dia tentukan. Selain itu, setiap ujian pasti mengandung hikmah dan kebaikan, meskipun tidak selalu langsung terlihat.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155–157:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh, Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’”
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Mereka itulah yang memperoleh keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang luput dari ujian, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Namun Allah juga memberikan jalan dalam menghadapinya, yaitu dengan kesabaran.
Agar mampu bersabar, Allah mengajarkan prinsip penting: mengembalikan segala sesuatu kepada-Nya. Menyadari bahwa kita adalah milik Allah, dan semua yang terjadi berada dalam ketetapan-Nya, akan membantu hati menjadi lebih lapang dalam menerima keadaan.
Ketika seseorang meyakini bahwa tidak ada musibah yang terjadi kecuali dengan izin Allah, maka ia akan lebih mudah menerima, tidak larut dalam penolakan, dan tidak terjatuh dalam keputusasaan. Dari sinilah kesabaran tumbuh, dan hati perlahan menjadi tenang.
Selain itu, penting untuk diyakini bahwa setiap ujian pasti mengandung hikmah. Setiap kesulitan memiliki jalan keluar, dan setiap ujian akan berlalu seiring waktu. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya terus-menerus dalam kesempitan tanpa adanya kemudahan.
Orang-orang yang mampu bersabar dalam menghadapi ujian akan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah. Bahkan, bisa jadi ujian tersebut menjadi sebab diangkatnya derajat, dihapuskan dosa-dosa, dan didekatkannya seorang hamba kepada Allah.
Di samping itu, tetaplah berikhtiar secara nyata, seperti memperbaiki cara mencari rezeki dan berprasangka baik terhadap apa yang Allah berikan. Namun, fondasi utamanya tetap pada kesabaran dan ketergantungan hati kepada Allah.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah memberikan ketenangan hati dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.
Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb. (as)