Apakah Saya Bisa Minta Talak?

Pernikahan & Keluarga, 11 Juni 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb.

Saya adalah istri dari 2 anak, saya sudah menikah selama 13 tahun. Suami saya adalah korban dari kurang baiknya pendidikan orang tuanya sehingga mempunyai sifat-sifat yang sangat tidak berkenan terhadap saya.

Saya selama 13 tahun berusaha beradaptasi tapi sangat sulit, sehingga saya sampai pada titik yang tidak mencintai suami saya lagi bahkan membencinya. Dan sangat mengganggu dalam ibadah saya kepada suami, terutama dalam hubungan suami istri. Saya tahu dalam Islam bila suami meminta berhubungan saya harus melayani, tapi sangat berat melakukannya krn saya harus melayani laki-laki yang tidak saya sukai. Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak pernah menolak walau harus berurai air mata.
Saya juga merasa ibadah2 saya yang lain menjadi terganggu. Apakah boleh saya meminta talak? Karena yang saya tahu istri haram mencium bau surga bila meminta talak dari suaminya tanpa alasan yang benar.
Apakah alasan saya yang susah beribadah kepada suami bisa menjadi alasan untuk meminta talak? Saya khawatir ibadah saya terhadap suami tidak diterima karena kurang ikhlasnya saya menjalankannya, dan seringnya suami saya marah karena tidak sempurnanya servis saya. Sedangkan ridho suami adalah surga buat istri.
Sebaiknya apa yang harus saya lakukan? Suami saya tidak pernah berniat menceraikan saya.

Jazakumullah khairan, Ustadz.

Wassalamualaikum wr wb.




-- Nida (Depok)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Keharmonisan dalam rumah tangga adalah tujuan dalam berkeluarga dan tentunya ia adalah dambaan setiap orang, karena  hanya dengan suasana tersebut sajalah suami dan istri dapat mengelola keluarganya dengan baik.

Namun ujian dalam bentuk problema yang bisa membuat atau bahkan merusak suasana damai, bisa saja terjadi dalam keluarga siapapun, yang karenanya Islampun telah memberikan panduan; yaitu dengan mengupayakan perbaikan problema tersebut dengan maksimal ( QS. 4 : 34-35 ), dan jika upaya-upaya perbaikan itupun tidak bisa memberikan hasil bagi kembalinya suasana damai yang diharapkan, maka " berpisah" (thalaq dan faskh) adalah jalan yang terakhir yang boleh ditempuh, apabila memang ada alasan syar'i, yang karenanya harus menempuh jalan tersebut

Untuk itu, jika ibu telah dengan optimal untuk mengupayakan perbaikan sifat-sifat buruk suami dan tetap saja upaya tersebut belum memberikan hasil, sehingga suami dengan sifat buruknya masih sering menyakitkan dan bahkan membuat  ibadah ibu tidak lagi ikhlas, maka insyaallah sudah dapat menjadi alasan syar'i yang karenanya, ibu bisa meminta cerai.

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya.

Wassalamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA