Apakah Ibu Hamil & Menyusui Harus Meng-qodho Puasa?

Puasa, 4 Agustus 2009

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum. Apakah ibu hamil dan menyusui harus meng-qodho' puasa yang ditinggalkan, walaupun sudah membayar fidyah?
Karena saya menjumpai 3 hadist yang menyebutkan tidak perlu meng-qodho' puasa bagi wanita hamil dan menyusui. Jazakumullah.

-- Isparmo (Tangerang)

Jawaban:

Waa'alaikumussalam wr wb

Hukum asal bagi orang yang tidak berpuasa itu adalah meng-qodho', kecuali bagi yang sulit utk mendapatkan kesempatan/waktu utk melakukan qodho' tsb, maka mereka boleh hanya membayar fidyah saja, seperti orang yg sudah lanjut usia, pekerja berat, wanita yang sering hamil dan sering menyusui dan merasa berat utk berpuasa saat hamil atau menyusui.

Dan 'udzur/alasan syar'i yang karenanya seseorang boleh untuk tidak berpuasa - khusus bagi wanita yang hamil atau menyusui -, itu bukan karena hamilnya atau karena ia menyusui, tetapi karena BERATNYA untuk berpuasa pada saat ia hamil atau menyusui.

Perihal konsekwensi/ hukum yang lahir, saat mereka berat untuk berpuasa ketika hamil atau menyusui, ada tiga pendapat :

1. Ada yang mewajibkan meng-qodho' saja, karena hukum asal  dari yang tidak berpuasa itu adalah meng-qodho'  (Abu Hanifah)

2. Ada yang mewajibkan membayar fidyah saja, berdasarkan firman Allah QS. 2:184 (Ibnu Abbas dan Ibnu Umar )

3. Ada yang mewajibkan qodho dan fidyah, jika tidak berpuasanya disebabkan karena khawatir atas dirinya dan khawatir atas bayi yang disusuinya dan atas janin yang dikandungnya  (Malik, Syafi'i dan Ahmad)

Ada sebagian ulama yang mengambil jalan tengah, berdasarkan hadits 'Aisyah "bahwa Rasulullah saw tidak pernah dihadapkan pada pilihan, kecuali memilih yang paling ringan/kondusif, selama pilihan-pilihan  tersebut tidak berdosa".

Aplikasi hadits hukum asal bagi orang yang tidak berpuasa itu adalah meng-qodho', kecuali bagi yang sulit utk mendapatkan kesempatan/waktu utk melakukan qodho' tsb, maka mereka boleh hanya membayar fidyah saja, seperti orang yg sudah lanjut usia, pekerja berat, yang sering hamil dan menyusui dan berat utk berpuasa saat hamil atau menyusui. Seperti kasus ibu, menurut sebagian ulama (sahabat Ibnu Abbas dan Ibnu Umar) boleh utk membayar fidyah, dengan ketentuan setiap satu hari tidak berpuasa dibayarkan satu fidyah. Dan satu fidyah minimal 1 mud (kurang lebih 7 ons) dari beras yang biasa dikonsumsi, utk diberikan kepada orang miskin (QS. 2 : 184).

Jadi, dalam kaitan dengan wanita hamil atau menyusui:

Kalau wanita tersebut termasuk tipe wanita yang jarang hamil, maka sebaiknya ia meng-qodho', tetapi kalau ia termasuk tipe wanita yang sering hamil dan tentunya juga sering menyusui, yang karenanya ia akan sulit untuk mencari kesempatan untuk meng-qodho' hutang puasanya, maka ia bisa memakai fatwanya Ibnu Abbas dan Ibnu Umar, dengan hanya membayar fidyah saja. Dan kalau ia termasuk wanita yang mampu meng-qodho' (sebagaimana tipe yang pertama) dan mempunyai keleluasaan rizqi, maka akan lebih afdhal kalau sambil meng-qodho' iapun memberikan fidyah kepada fakir miskin.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

 



-- Agung Cahyadi, MA