Apakah Telah Jatuh Talak Tiga?

Pernikahan & Keluarga, 24 Agustus 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. Ustadz, saya mau tanya tentang talak tiga yg diucapkan suami saya sah atau tidak. Tgl 7 april 09 saya baca sms di hp suami saya dari seorang wanita yg kata-katanya mesra, saya tanya sama suami dia malah marah dan berkata lebih memilih keluarganya daripada saya, lalu saya pulang ke rumah ortu dan suami menyusul. Esok harinya dia bilang sama ortu saya kalo dia mau mengembalikan saya kepada mereka. Setelah itu saya tanyakan kepada dia maksud dari perkataannya. Saya tanya apa dia ingin menceraikan saya? Jawabannya Iya, lalu keluarga menanyakan itu berkali-kali jawabannya tetap iya dengan alasan tidak bahagia hidup dengan saya.

Kemudian orang tua saya memberi waktu untuk dia berpikir. Dia pulang dari rumah. Tanggal 12 April 09 dia datang dengan keputusan yg sama lalu dia buat keterangan talak yg ditandatangani di atas materai. Tgl 14 April saya telpon dia dan jawaban dia tetap seperti itu. Dia bilang sudah punya janji untuk menikah dengan wanita lain padahal saat itu saya sedang mengandung anak pertama kami 2 bulan.

Tgl 14 Mei suami saya telpon minta maaf dan bilang ingin rujuk tapi keluarga masih melarang sya komunikasi dengan dia. Sekarang kandungan saya sudah masuk 7 bulan dan suami sudah mulai datang ke rumah. Sejak tanggal 26 mei 2009 suami menjenguk saya dan memberi perhatian lg.

Hati saya juga menginginkan rujuk karena saya kefikiran anak yg saya kandung ini, tapi keluarga dan ustadz yg ada di sekitar tempat tinggal saya menganggap sudah jatuh talak tiga dan kami tidak bisa rujuk. Katanya haram, bahkan kata ustadz itu sifat suami saya tidak akan berubah seandainya kami rujuk. Perbuatannya akan berulang dan tidak akan membawa kemaslahatan utk dunia akhirat saya. Keluarga saya makin melarang saya untuk kembali sama suami setelah mendengar pernyataan itu. Saya mohon penjelasannya

1. Hukum talak yg jatuh kepada saya, sebab saya baca di www.syariahonline.com katanya talak yg diucapkan dalam 1 masa iddah meskipun terucap seratus kali jatuhnya 1?
2. Apa boleh saya kembali kepada suami yang telah berzina, karena dia mengaku sudah tidur dengan perempuan selingkuhannya itu.

Saya tunggu jawabanya secepatnya, karena saya dan suami ingin mendapat penjelasan yang tepat buat masalah kami. Terimakasih.



-- Dewi (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Semoga Ibu senantiasa dalam bimbingan dan lindungan Allah.

Menurut pendapat saya - semoga tidak keliru - dari apa yang saya fahami dari cerita ibu Dewi, bahwa talak tersebut masih talak satu, karena kata " IYA" dari suami ibu,  atau "DATANG DENGAN KEPUTUSAN YANG SAMA" atau keterangtan talak yang ditanda tangani diatas meterei, itu semua hanya bersifat konfirmasi untuk menegaskan keputusan suami mentalak ibu Dewi, ketika berkali-kali ditanya oleh keluarga yang seakan meragukan keputusannya, sama dengan seseorang yang mentalak istrinya, kemudian ia ditanya oleh temannya, apakah anda mentalak istri anda ?, kemudian ia menjawab " iya", kemudian ada teman lain bertanya dengan pertanyaan yang sama dan iapun menjawab dengan jawaban yang sama, kemudian ada teman yang ketiga, keempat dan seterusnya bertanya dengan pertanyaan yang sama, dan suami tersebut tetap menjawab " iya" setiap kali ditanya oleh temannya. Jadi menurut pendapat saya jawaban suami ibu dengan " Iya" atau yang semisalnya itu sama dengan jawaban seseorang yang berkali-kali menjawab dengan "iya" pada setiap kali ditanya oleh temannya apakah ia mentalak istrinya ?. yang jawaban dengan "iya" tersebut menurut saya hanya menegaskan keputusannya untuk mentalak istrinya dan bukan "penjatuhan talak baru/yang kedua atau ketiga".

Oleh karena baru jatuh talak satu, dan sekarang tentu sudah habis masa iddah, maka boleh saja ruju', tetapi harus dengan akad baru ( dengan ada wali, dua saksi, ijab dan qobul serta mahar baru).

Adapun perbuatan zina yang telah dilakukan oleh suami tersebut, bukanlah menjadi penghalang ruju', meskipun itu tentunya termasuk dosa besar yang hanya bisa diampuni dengan taubat.

Karenanya, apabila ibu berkeinginan untuk ruju', seyogyanya dimusyawarahkan dengan keluarga besar, dan ada baiknya kalau suami juga diminta berjannji untuk segera bertaubat dan berjanji  tidak lagi mengulang dosanya.

Semoga Allah berkenan untuk membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA