Ketika Restu Tak Kunjung Didapat

Pernikahan & Keluarga, 15 Oktober 2009

Pertanyaan:

assalamu'alaikum wr.wb

Ustad,saya laki-laki 24 tahun dan saya berencana untuk menikahi akhwat 27 tahun, sudah 1 tahun saya berencana untuk menikahi akhwat tersebut dan sampai sekarang pula saya belum mendapat restu untuk menikah.

Ketika saya pertama sekali membicarakan hal ini dengan ibu saya, ibu saya beralasan tidak boleh menikah karena akhwat tersebut 3 tahun lebih tua dari saya.. Ibu saya beralasan karena wanita biasanya cepat tua ntar saya pasti bosan dan akan berpaling kepada wanita lain. Saya kurang bisa menerima karena saya berpikiran kalo saya berani memutuskan untuk menikahi akhwat tersebut berarti saya saya siap untuk menerima akhwat tersebut apa adanya (kondisi dia sekarang ataupun 30 tahun yang akan datang).

Beberapa bulan berikutnya saya kembali membicarakan dengan ibu saya dan kali ini alasan ibu saya sudah lain lagi,seperti:
1.akhwat tersebut tidak pinter berdandan (saya bisa menerima karena akhwat tersebut berprinsip kalo dia dandan hanya untuk suaminya)
2.tidak memperhatikan penampilan (menurut ibu saya dia tidak menjaga penampilannya sehingga tidak kelihatan bahwa dia akhwat yang bekerja dengan gaji yang alhamdulillah..)
3.tidak ada usaha untuk mendekati ibu saya (menurut saya akhwat tersebut sudah berusaha untuk mendekati ibu saya tetapi ibu saya sangat menutup diri terhadap akhwat tersebut)
4.kalo saya ajak jalan tidak mau naek motor, maunya naik mobil aja (menurut saya wajar karena kami belum menikah dan tidak mungkin kami berboncengan sepeda motor sebelum kami menikah)
5.berbeda suku.
menurut saya alasan2 seperti dia atas tidak menjadi alasan yang kuat untuk melarang saya menikahi akhwat tersebut dan menurut saya hal2 tersebut masih bisa dibicarakan baik2 antara saya ibu saya dan akhwat yang ingin saya nikahi.

Yang saya ingin pertanyakan, menurut Ustad apa yang harus saya lakukan agar saya bisa meyakinkan ibu saya?
Yang kedua,apabila nanti saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk meyakinkan ibu saya, apakah saya termasuk anak yang durhaka jika saya memutuskan untuk tetap menikahi akhwat tersebut? Saya sangat ingin menikahi akhwat tersebut karena saya yakin dengannya dan saya ingin menghindari fitnah dari masyarakat karena kedekatan kami sudah berlang sung 1 tahun.

Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih, semoga ustad bisa membantu menyelesaikan masalah saya.

Assalamu'alaikum wr. wb...



-- Khalid Mawardi (Lhokseumawe)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb,

Mohon maaf kalau sebelumnya saya harus memberikan catatan untuk antum, yaitu tentang kedekatan antum dengan akhowat tersebut yang sudah terjalin kurang lebih satu tahun, adalah waktu yang cukup panjang yang justru menurut saya itu adalah sebuat fitnah, dan mungkin saja karena hubungan antum dalam waktu yang panjang itulah yang akhirnya menyebabkan antum sulit untuk melupakannya sehingga antum setengah memaksa (mohon maaf kalau tidak berkenan) ibu untuk menyetujuinya.

Dengan mencermati alasan-alasan ibu antum dalam menolak calon antum, sayapun setuju, bahwa hal tersebut tidak syar'i, tetapi sebagai orang tua (yang barangkali tidak begitu mendalami masalah syar'i, khususnya masalah kriteria calon) alasan-alasan tersebut barangkali masih bisa dimaklumi kalau disampaikan oleh orang tua (yang kondisinya barangkali seperti yang saya sebutkan diatas) yang sangat mengharapkan kebaikan dan kebahagiaan bagi putranya. Dan dari itulah barangkali memang tidak mudah untuk memberikan pemahaman kepada ibu antum dalam waktu yang cepat. Dan untuk itu, perlu antum berusaha kembali untuk mengkomunikasikan maksud antum tersebut kepada ibu dengan cara yang baik, bahkan apabila memungkinkan dengan menghadirkan pihak ketiga (seorang ustadz atau tokoh masyarakat atau keluarga yang suaranya didengar dan dihormati ibu antum) untuk membantu antum dalam memberikan pemahaman kepada ibu.

Dan kalaupun dengan usaha tersebut, belum juga memberikan hasil yang antum inginkan, barangkali antum bisa berpikir lagi untuk mencari alternatif akhowat lain dan sebaiknya antum tidak memaksakan diri untuk menikah tanpa restu orang tua, untuk menghindari buruknya hubungan antum dengan orang tua dimasa yang akan datang.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA