Kurban Kambing Untuk Berapa Orang?

Makanan & Sembelihan, 28 Oktober 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz,
Saya mau bertanya mengenai ibadah qurban. Saya membaca dari beberapa buku bahwa sapi bisa untuk 7 orang, unta bisa untuk 10 orang, dan kambing untuk 1 orang.
Akan tetapi, beberapa hari yang lalu, saya membaca ada sebuah hadits bahwa Rasulullah pernah berkurban kambing untuk dirinya dan keluarganya. Artinya kambing bisa untuk lebih dari 1 orang? Mohon penjelasannya Ustadz...
Wassalamualaikum.

-- Sam Bibah (Kendari)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Wa'alaikumussalam wr wb.

Berdasarkan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah saw, bahwa jenis hewan yang dapat dijadikan sembelihan ibadah qurbah adalah ; unta, sapi dan kambing.

Dan berdasarkan kesepakatan para ulama' (lih. Al Qowaninul Fiqhiyyah, Bidayatul Mujtahid, Mughnil Muhtaj, Assyarhul Kabir dll ) bahwa satu ekor kambing untuk satu orang, sementara berdasarkan hadits Rasulullah saw, bahwa satu ekor unta atau  satu ekor sapi bisa untuk tujuh orang (dan tidak untuk 10 orang). Sahabat Jabir berkata : " Kami berqurban bersama Rasulullah saw di Hudaibiyyah,  satu ekor unta atas nama 7 orang dan satu ekor sapi atas nama 7 orang " (HR. Jama'ah)

Namun dengan demikian, para ulama' membolehkan seorang muslim untuk berqurban dengan seekor kambing atau atau dengan seekor sapi atau dengan seekor unta atas nama dirinya dan keluarganya  (yang dibawah tanggung jawabnya, yaitu istri dan anak-anaknya meskipun lebih dari tujuh orang). Dalam arti bahwa seekor kambing atau seekor sapi atau seekor unta bisa dijadikan qurban atas nama satu orang lebih (meskipun lebih dari tujuh orang) ketika seorang yang berqurban dengan seekor kambing tersebut mengatasnamakan dirinya dan keluarganya yang dibawah tanggung jawabnya dan bukan atas nama dirinya dan orang lain yang bukan keluarganya yang dibawah tanggung jawabnya, hal tersebut didasarkan pada hadits Muslim yang diriwayatkan oleh 'Aisyah "bahwa Rasulullah saw pernah berqurban dengan  seekor kambing atas nama dirinya dan keluarganya".

Demikian Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA