Cara Bertaubat Yang Sungguh-Sungguh

Akhlaq, 9 November 2009

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb
Bagaimana saya bisa bertaubat secara sungguh-sungguh dan bisa meneguhkan hati agar tidak mengulangi dikemudian hari? Saya sungguh membutuhkan tausiah mengenai taubat ini...

-- Ani Karmila (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Sebagai manusia, seorang mukmin betapapun tinggi tingkat keimanannya bisa keliru dan salah, bahkan dengan tegas Allah menjelaskan, bahwa orang bertaqwapun bisa melakukan kemunkaran dan berbuat dholim, tetapi karakter orang yang bertaqwa apabila menyadari telah berbuat salah akan segera ingat kepada Allah dan meninggalkan kesalahannya untuk kemudian segera beristighfar (QS. 3:135), hal itu dilakukan karena ia (orang yang bertaqwa) mengetahui dan meyakini, bahwa kesalahan adalah sebuah dosa yang apabila tidak diampuni oleh Allah, akan menjadi penghalang baginya untuk masuk surga.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhori Rosulullah saw menjelaskan, bahwa amal ibadah seseorang tidak bisa menjaminnya untuk bisa masuk ke surga, kecuali Allah juga berkenan untuk memberikan ampunan (atas dosanya) dan rahmat.

Dan untuk bertaubat kepada Allah, diperlukan kesungguhan dan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Meninggalkan dosa

2. Menyesali atas dosa yang telah dilakukan

3. Berjanji untuk tidak lagi mengulang dosanya

4. Berniat semata untuk mendapatkan ridho Allah

5. Taubat itu dilakukan sesegera mungkin sebelum pintu taubat ditutup baginya

6. Kalau dosanya berkaitan dengan sesama, maka harus diselesaikan urusannya ( dengan mengembaikan hak sesamanya atau meminta maaf darinya )

Demikian, semoga Allah berkenan untuk senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab.

-- Agung Cahyadi, MA