Hukum Masa Idah

Pernikahan & Keluarga, 20 November 2009

Pertanyaan:

Apakah masa idah selama 3 kali suci bersifat mutlak? Dalam hal seorang wanita yang telah bercerai dengan suaminya berkeinginan untuk menikah lagi dengan pria lain, apakah harus menunggu sampai tiga kali suci? Sedangkan ia yakin tidak sedang mengandung benih mantan suaminya, hubungan suami istri yang terakhir kali dilakukan terjadi lima bulan yang lalu. Menurut hemat saya, ketentuan mengenai masa idah dimaksudkan untuk memperjelas nasab anak seandainya istri yang bercerai ada kemungkinan sedang mengandung benih mantan suaminya. Mohon penjelasan.

-- Allens (Yogya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Masa iddahnya wanita yang diceraikan suaminya ( I & II ) adalah 3 (tiga) quru' (atau tiga kali haidh), dimana dalam masa iddah tersebut (sebelum habis masanya) salah satu hukum yang bersifat mutlak mengikatnya ialah "ia tidak boleh menikah bahkan sekedar menerima pinangan laki-laki lain", karena selama dalam masa iddah tersebut ikatan pernikahan (meskipun sudah jatuh thalaq) belum terputus, yang karenanya suami tetap berkewajiban untuk memberikan nafkah dan ia berhak untuk meruju'nya tanpa harus ada akad nikah baru, dan kalau salah satu meninggal, maka pasangannya masih berhak mendapatkan harta waris.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA