Bingung Dengan Keinginan Orang Tua

Pernikahan & Keluarga, 18 Januari 2010

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Beberapa minggu yang lalu, saya mengenal seorang laki-laki. yang kebetulan dikenalkan oleh pejabat di lingkungan tempat bekerja. Saya mengenalnya, ternyata orangnya baik, sudah PNS, sederhana, sholeh, hitam, tapi penampilannya tidak terlalu menarik. Saya menyampaikan keinginan saya ingin segera menikah dengan seorang laki-laki yg baru saya kenal 2 minggu kepada orang tua.
Kami sudah melakukan ta'aruf sudah 2 minggu. Pernah ke rumah 2 kali, terakhir ke rumah dia bertemu dengan orang tua saya.
Akan tetapi setelah bertemu dengan laki-laki itu, orang tua saya menyampaikan kalau beliau tidak setuju dengan pilihan saya, dan beliau ingin menjodohkan dengan anak temannya di sekolah. Calon yang diajukan adalah seorang dosen yang kebetulan pernah mengajar saya waktu kuliah, orangnya baik.
Dan sekarang saya bingung mana yang harus saya pilih, laki-laki yang baru saya kenal itu atau laki-laki pilihan orang tua saya. Tolong bagaimana solusinya. Syukron atas jawabannya.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

-- Fitria Indrianti (Mataram)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Dalam Al Qur'an Surat Ar-Rum (30) ayat 21, dijelaskan, bahwa tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan kedamaian (litaskunu ilaiha), karena hanya dengan suasana yang damai sajalah, suami istri akan dapat mengelola rumah tangganya dengan baik.

Dan agar bisa mendapatkan "kedamaian" tersebut, maka perlu ada perencanaan yang matang, jangan tergesa gesa, jangan asal-asalan dan ngawur dan jangan pula berspekulasi.

Untuk itu, pastikan sejak awal, bahwa calon yang akan dipilih  memenuhi kriteria Rasulullah saw, yaitu "yang baik agama dan akhlaqnya" , setelah itu komunikasikan  dengan cara yang baik kepada  keluarga besar terutama kedua orang tua, dan upayakan semaksimal mungkin untuk tidak menetapkan pilihan kecuali kedua orang tua menyetujuinya (sebab bagaimana kita akan damai dengan pasangan kita, sementara orang tua tidak menyetujui pasangan kita ?)

Dan jangan lupa tentunya disamping usaha-usaha diatas, tetap harus ada upaya optimal untuk memohon bimbingan Allah, dengan beribadah yang benar dan baik, banyak istighfar dan berdo'a dan juga shalat istikhoroh untuk meminta petunjuk Allah.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA