Selingkuh & Perceraian

Pernikahan & Keluarga, 25 Februari 2010

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.
Saya mau bertanya hukum selingkuh dalam islam seperti apa?
Jika selingkuh haram, kenapa islam memperbolehkan seorang laki-laki untuk beristri lebih dari satu?
Apakah jatuhnya talak dan perceraian itu menurut islam hanya jika tersebutkan kata "CERAI" atau "TALAK" saja? Bagaimana jika telah di usir dari rumah atau dikembalikan ke orang tua, apakah sudah termasuk bercerai/talak?
Berapa kali dalam islam diperbolehkan rujuk jika terjadi perceraian/ talak (walau rujuk terjadi sebelum masa iddah selesai)?
Mohon jawabannya.

-- Muhammad Ikhwan (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikimussalam wr wb.

Dalam Al Qur'an surat Al Isro' ayat ke 32 Allah berfirman "و لا تقربو االزنى انه كان فاحشة و ساء سبيلا"  yang artinya : "Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk".  Ayat tersebut tidak saja menjelaskan larangan (haram) zina, tetapi mendekatinya saja sudah dilarang, bahkan bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrim itu saja sudah terlarang.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka pertanyaan Saudara Muhammad Ikhwan, bisa  dijawab sebagaimana berikut :

1. Selingkuh hukumnya adalah haram, karena Islam hanya menghalalkan hubungan (antara seorang laki-laki dengan wanita), apabila ada ikatan pernikahan yang sah ( QS. 23:5-7 ). Dan untuk laki-laki - dengan syarat-syarat tertentu - diperbolehkan nikah lebih dari satu (QS. 4:3)

2. Lafadz yang dipakai dalam thalaq ada 2 (dua) ;  1. sharih/jelas, seperti cerai, thalaq  2. kinayah/sindiran, seperti "kembali kamu ke orang tua".

Apabila yang dipakai lafadz sharih (cerai, thalaq), hukumnya semenjak diucapkan oleh seorang suami dan ditujukan kepada istrinya, maka telah jatuh thalaq. Tetapi apabila yang dipakai adalah lafadz kinayah, maka hukumnya sesuai dengan niat suami yang mengucapkan (apabila niatnya cerai, maka jatuh cerai, dan apabila niatnya tidak cerai, maka tidak jatuh cerai).

3. Thalaq yang dengannya seorang suami berhak meruju' istrinya adalah dua kali (QS. 2:229). Dan apabila terjadi thalaq yang ketiga, maka suami tersebut tidak boleh lagi meruju' mantan istrinya, kecuali apabila mantan istrinya tersebut telah dinikahi oleh laki-laki lain dan diceraikannya tanpa adanya rekayasa.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

-- Agung Cahyadi, MA