Batalkah Menyentuh Kulit Ibu Mertua?

Sholat, 14 April 2010

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Afwan ustadz mau tanya apa batal menyentuh kulit ibu mertua, sementara saya berkeyakinan bahwa menyentuh kulit istri tidak batal, karena dulu Nabi pernah mencium istrinya terus langsung sholat, jazakallah khair...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

-- Roni Irmunika Sandu (Lumajang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Perihal hukum menyentuh wanita (muhrim atau bukan muhrim, dan mertua adalah muhrim), apakah membatalkan wudhu atau tidak, termasuk yang diperselisihkan oleh para ulama'.

Perbedaan pendapat itu dikarenakan perbedaan didalam memahami kata "LAAMASTUMUNNISA'" dalam ayat ke 43 surat Annisa', dan ayat ke 6 dari surat Al-Maidah. Dimana sebagian ulama' (seperti Syafi'iyyah) mengartikanya dengan "menyentuh wanita", sehingga sekedar menyentuh wanita (muhrim atau bukan muhrim) sudah membatalkan wudhu, sementara ulama' yang lain (seperti Hanabilah) mengartikan ayat tersebut dengan "berhubungan dengan istri", sehingga sekedar bersentuhan tidaklah membatalkan wudhu.

Dan dalam kaitan adanya perbedaan pendapat antara ulama' dalam  fiqih, maka kita diperkenankan untuk memilih salah satu pendapat (sesuai dengan keyakinan kita), dengan tidak menyalahkan pendapat yang lain.

Berdasarkan hal tersebut, maka ketika anda selama ini sudah menganggap menyentuh istri tidak membatalkan wudhu, berarti selama ini anda telah berpendapat seperti pendapatnya Hanabilah, dan dengan demikian menyentuh mertuapun, hukumnya juga sama, insya Allah juga tidak membatalkan wudhu.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA