Hukum Makan Ular Tidak Berbisa

Makanan & Sembelihan, 17 Juni 2010

Pertanyaan:

Assalaamu'alaykum.

Langsung saja ke kasus saya, Ustadz.

1. Setahun yang lalu, saya mengikuti pendidikan dasar semi militer. Disana saya diberi makan ular piton (tidak berbisa). Dosakah saya, ustadz? Kemudian konsekuensi untuk saya apa dan bagaimana cara saya bertaubat?

2. Tahun ini, dalam bulan ini juga, saya menjadi panitia pendidikan tersebut. Nah, sekarang saya yg menjadi penanggung jawab akan pembelian ular tadi. Hukumnya bgaimana ini, ustadz? Dan juga mohon solusi apa yang seharusnya saya lakukan dan sampaikan pada atasan saya.

Syukron.



-- Muhamad Reda Galih Pangestu (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Al hamdulillahi Robbil 'alamin ashshalatu wassalamu 'ala asyrofil Mursalin wa 'ala alihi wa sahbihi ajma'in.

Menurut para ulama', makanan yang diharamkan ialah:

1. Bangkai, darah, daging babi dan yang disembelih dengan disebut nama selain Allah (QS. 2 : 173)

2. Yang membahayakan (QS. 2 : 195)

3. Yang dipakai untuk sesaji (QS. 5 : 90)

4. Binatang buas yang bertaring dan burung yang mencengkeram (seperti burung elang) (HR. Muslim )

5. Setiap binatang yang diperintahkan untuk dibunuh yang disebut Rasulullah saw dengan fawasik/jahat (tikus, kala jengking, ular, burung gagak, cicak) (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dll)

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka ular (baik yang berbisa atau yang tidak berbisa) termasuk ular piton, adalah masuk dalam kategori yang haram untuk dimakan (poin 5) - wallahu a'lam bishshawab -.

Untuk itu, seyogyanya bapak bertaubat dengan cara menyesali apa yang telah bapak lakukan/makan dan berjanji untuk tidak mengulang kembali. Dan akan lebih baik kalau bapak bisa menjelaskannya ke atasan bapak dengan cara yang baik, mudah-mudahan Allah berkenan memberikan kemudahan.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA