Menyikapi Sikap Pasangan

Pernikahan & Keluarga, 1 Desember 2010

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saya ada sedikit masalah, saya mempunyai calon pasangan & kami sudah merencanakan untuk menuju ke jenjang pernikahan, tapi akhir-akhir ini calon pasangan saya jarang menghubungi saya, tiap kali saya sms dia menjawab seperlunya. Sempat saya tanyakan kepadanya kenapa dia berubah seperti itu tp dia ga pernah menjawabnya. Dia hanya mengsms singkat meminta maaf atas sikapnya ini karena dia sedang banyak pikiran & dalam tekanan baik dalam pekerjaan dll. sehingga imbasnya juga ke saya.
Saya coba memahami kesulitan pasangan saya, saya hanya bisa mensupport & mendoakannya supaya dia bisa menyelesaikan semuanya...... Sebenarnya saya ingin mengatakan tentang tidak seharusnya dia bersikap seperti itu & dengan alasan dia seperti itu membuat perasaan/hati saya sakit, tapi saya takut malah membuat dia marah & menambah beban pikiran dia.
Saya mencoba untuk sabar menghadapi semua ini (atas sikap calon pasangan), mungkin ini ujian dari Allah SWT buat saya.....
Tapi tetap saja sebagai seorang wanita saya tidak enak diperlakukan seperti ini. Bayangkan kalau suatu saat kami sudah menikah & sikap dia sama seperti ini, didiamkan oleh suami & bahkan mungkin tidak adanya kominukasi yang baik, bagaimana hubungan rumah tangga kami nantinya.
Yang pengen saya tanyakan,
1.Apa yang harus saya lakukan sekarang ini?
2.Bagaimana sebaiknya sikap calon pasangan saya?
3.Apa lebih baik saya mengakhiri hubungan ini?
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb


-- Muslimah (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Pernikahan dalam Islam bukan sekedar untuk memenuhi panggilan fithrah memenuhi kebutuhan biologis (meskipun itu adalah bagian dari tujuan dalam pernikahan), tetapi ada tujuan yang lebih mulia dari sekedar memenuhi kebutuhan biologi, yaitu tujuan ibadah, demi menjaga keturunan dan harapan lahirnya generasi muslim yang taat kepada pencipta-Nya.

Oleh karenanya, seyogyanya tidak bespekulasi dalam pernikahan, terutama dalam menentukan dan memilih calon pasangan ( seyogyanya menghindari dari ungkapan : "Ah gampanglah, nanti kalau sudah jadi suami/istri saya akan saya bimbing, akan saya .... ). Rasulullah saw telah memberikan petunjuk kepada ummatnya dalam menentukan calon pasangan hidupnya, yaitu dengan parameter "yang baik agama dan akhlaqnya".

Untuk itu, agar tidak subyektif dalam menilai calon anda, ada baiknya kalau anda juga minta tolong (bermusyawarah dan mengkomunikasikannya) kepada keluarga untuk menilai calon anda tersebut dengan parameter Rasulullah saw.

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan memilihkan yang terbaik untuk Anda.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA