Masih Sahkah Pernikahan Saya?

Pernikahan & Keluarga, 17 Desember 2010

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb .

Saya ingin menayakan pertanyaaan penting yang membuat hati saya was-was, ini saya seharian mencari konsultasi online beragama islam.

Pernah saya berantem besar padahal usia perkawinan kami baru 2 bulan. Istri saya ketahui sedang hamil 2 minggu, kami pernah bertengkar lalu dia marah-marah tidak jelas (tabiatnya emang keras dan saya juga keras lagi) , lalu saya mengatakan seperti ini keadaan saat itu saya emang kalut dan kesel , kebetulan saya rada pemarah orangnya , kalo kamu tidak dieeeeemmm awassss yaaaaaaaaa....(dalam hati seperti mengucap talak karena saya panas sekali ), dia lalu terdiam , setelah itu saya keluar kota.., kami bertengkar kembali di tlp karena hal sepele , saya tidak menelepon dia seharian .., dan ketika dia telp saya sedikit males2an terima telp darinya..., lalu saya berantem di tlp..., hingga saya mengatakan seperti anceman , kalo kamu ga tutup telepon kamu bakalan nyesel seumur hidup ..., dia lalu berkata apa tuh maksudnya .., lalu dia berkata kembali cerai maksudnya ........, aku hanya terdiam ketika dia bilang gitu , lalu dia tutup telephone dan sms saya meminta maaf , nah sejak saat ini , saya bingung benar pernikahan saya bagaimana , apakah saya masih resmi suami istri .., apakah harus rujuk kembali............ ,, kalo rujuk kembali saya sudah meleponnya dan meminta maaf..., keraguan bikin hati ga enak , mau tanya ke ustad di masjid , rada malu saya .., maklum umur saya baru 26 tahun dan pengantin baru , untuk mengingatkan saya menikah tidak MBA ( married by accident ).

yang aku dengar kalo maslaah yang pertama akunya lagi marah besar kedua tidak di ucapkan jadi aman mah saya tau ini dari artikel yang di baca , yang sekarang kepikiran itu yang masaalah kedua yang menyindir...., kamu ntar nyesel seumur hidup ...,tolong ya pak ustad bantu saya.

sebenarnya ini permasalahannya semua yang tertulis , kalo yang pertama itu talak berarti yang kedua talak 2 , berarti harus akad lagi tidak bisa dengan rujuk saja , apakah saya salah ketika ada permasalahan kedua , saya membahasnya dengan istri saya , dan saya membahas permasalahan pertama sehingga dia juga jadi mengerti waktu aku marah yang pertama ....,tolong ya ,mungkin tulisan saya susah di baca .., di tunggu jawabannya.



-- Irfan (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Saudaraku Irfan, kalimat " thalaq atau cerai " adalah kalimat yang apabila diucapkan oleh seorang suami dan ditujukan pada istrinya, akan menimbulkan hukum yaitu jatuhnya thalaq, meskipun diucapkan oleh seorang suami dengan cara bergurau, karenya semestinya kita berhati-hati.

Tetapi dalam kasus yang anda ceritakan, insya Allah belum  jatuh " thalaq ", karena yang pertama, anda belum mengucapkan kata "cerai, tetapi masih dalam hati saja ( sebagaimana yang anda ceritakan) , dan yang kedua, anda hanya mengancam dengan kata sindiran (kalau kamu gak tutup/telpon, akan bakalan nyesal ..., dan ternyata istri anda setelah itu menutup telponnya ). Dan kalaupun waktu itu istri anda tidak mau tutup telponnya, maka jatuh dan tidaknya " thalaq "akan tergantung dengan niat anda dengan sindiran tersebut, artinya kalau anda dengan sindiran tersebut hanya sekedar mengancam dan tidak ada niat untuk menceraikan istri, maka juga tidak jatuh thalaq.

Namun yang anda dan istri anda perlu perhatikan kemudian ialah, bagaimana anda dan istri harus belajar banyak tentang  masalah bagaimana anda berdua semestinya membangun komunikasi yang baik dan saling memahami, agar tidak cepat emosi setiap kali ada masalah, karena emosi itu tidak akan membawa kebaikan, sementara masalah mesti akan berulang-ulang terjadi.

Demikian, semoga Allah berkenan memberikan kemudahan dan bimbingan serta ridho-Nya dalam semua ursan kalian berdua.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA