Biaya Nikah Duit Hutang

Zakat, 11 Maret 2011

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz saya ingin bertanya tentang berapa hal:

1. Bagaimana hukum kita memakai uang perusahaan untuk biaya nikah? Soalnya waktu itu saya sudah harus segera menikah dengan calon istri saya? Tetapi sampai saat ini saya pun belum sempat mengembalikan uang itu dan sayapun saat ini sudah tidak lagi bekerja di perusahaan itu.

2. Bagaimana hukum pernikahan saya?

3. Dan bagaimana cara saya harus mengganti uang perusahaan saya yang dulu sedangkan saya sudah lama tidak bekerja lagi di perusahaan itu? Terus terang ustadz masalah ini tidak pernah saya bicarakan kpeda siapapun termasuk istri saya sampai hari ini karena saya khawatir akan jadi masalah besar nantinya buat keluarga saya. Kemudian kalaupun saya harus mengganti uang tersebut rasanya agak berat ustadz mengingat kebutuhan hidup saya yang semakin hari semakin besar dan penghasilan yang tidak seberapa besar.

Demikian saya sampaikan pertanyaan ini kepada ustadz. Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih

Wassalamu'alaikum wr. wb.



-- Abdul Basit (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikukussalam wrwb.

Apabila pernikahan anda telah memenuhi rukunnya (ada wali sah dari istri, 2 orang saksi dan ijab qobul), maka pernikahan tersebut insya Allah sah secara syar'i, meskipun dana yang dipakai untuk biaya pernikahan tersebut hasil dari pinjaman.

Yang jadi permasalah anda sekarang bukanlah keabsahan pernikahan, tetapi hutang yang wajib anda kembalikan kepada perusahaan yang disana dahulu anda bekerja, karenanya akan lebih baik kalau anda datang ke perusahaan tersebut untuk mengkomunikasikan masalah hutang tersebut, dengan minta untuk ditangguhkan waktu pembayarannya atau bahkan minta agar perusahaan tersebut berkenan membebaskan hutang anda tersebut.

Demikian semoga Allah berkenan memberikan kemudahan dan ridho-Nya.

Wassalamu'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA