Ingin Menikah Tanpa Restu Ibu

Pernikahan & Keluarga, 27 Maret 2011

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb.

Pak Ustadz, saya adalah seorang duda dan saya sedang menjalani hubungan dengan seorang wanita sudah 2 tahun lamanya dan berencana akan menikah tahun ini. Akan tetapi kendala yang dihadapi adalah tidak adanya restu dari ibu saya. Setelah saya coba untuk mencari tahu alasannya adalah:

1.ibu saya tidak setuju karena setelah beliau sholat tahajud dan istikharah bahwa calan saya bukan yang terbaik

2.ibu saya takut jika saya gagal untuk kedua kalinya

3.adanya omongan dari pihak-pihak luar tentang calon saya yang tidak baik (kenyataannya tidak demikian)

Saya mohon jawabanya Pak Ustadz apakah saya harus tetap dengan pilihan saya untuk menikah atau saya harus mengikuti kemauan ibu saya, dikarenakan saya tidak ingin menambah dosa dengan hubungan pacaran ini dan saya juga tidak ingin membuat calon saya ini menunggu ketidakpastian, dikarenakan dilema yang saya alami.

Mohon masukan dan nasihatnya, Pak Ustadz. Terima kasih.



-- Maulana (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb

Menikah dalam Islam adalah ibadah, karenanya semua proses yang dilakukan sebelum dan setelah nikahpun mestinya harus sesuai dengan aturan ibadah.

Berpacaran bukanlah bagian dari ajaran Islam, bahkan ia adalah perbuatan yang diharamkan oleh Islam, karenanya harus dijauhi oleh setiap muslim.

Seyogyanya yang semestikan dilakukan sebelum nikah adalah menentukan parameter calon (yang baik agama dan akhlaqnya) dan jangan pernah berspekulasi dalam hal ini  (misalnya dengan mengatakan : ah gampanglah, nanti kalau sudah nikah akan saya bimbing, akan saya  .... dst ). Dan ketika calon dengan parameter tersebut sudah didapatkan, selanjutnya komunikasikan hal tersebut kepada keluarga besar, terutama kepada Bapak dan Ibu untuk mendapatkan restunya, hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari ( upayakan untuk tidak terjadi rusaknya hubungan silaturrohim dengan keluarga terutama Bapak dan  Ibu, hanya disebabkan mereka tidak setuju dengan pilihan kita , sebab hal tersebut akan berpengaruh pada kedamaian hidup dikemudian hari (sementara hal tersebut/kedamaian adalah salah satu tujuan utama dari pernikahan dalam Islam).

Dan dalam kasus anda, sebaiknya anda tidak memaksakan diri untuk menikahi wanita pilihan anda tersebut, kecuali ibu anda merestuinya setelah anda mengkomunikasikannya kepada beliau dengan cara yang baik.

Semoga Allah berkenan untuk memilihkan calon terbaik untuk anda.

Wallahu a'lam bishshawaab.

Wassalamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA