Cara Pembagian Zakat

Zakat, 24 Mei 2011

Pertanyaan:

Ustadz, saya mengelola LAzis. Salah satu pentasarufan yaitu dengan memberikan bantuan modal/pinjaman kepada faqir miskin, bolehkan ini dilakukan, sebab bila kita kasih hanya 200 ribu langsung habis dan tidak bisa meningkatkan taraf hidupnya. Jazakumullah.

-- Amir (Yogyakarta)

Jawaban:

Assalamu 'alaikum wr wb.

Zakat adalah milik mustahiq (QS.9 : 60), ia bukan lagi milik muzakki dan juga bukan milik lembaga amil zakat.

Lembaga amil zakat hanya bertugas untuk mengelola harta zakat (mengambilnya dari muzakki, menghimpunnya dan membagikannya kepada mustahiq).

Sebagai amil zakat, kita tidak boleh mengembangkan zakat dalam bentuk suatu usaha, karena zakat memang bukan milik amil, tetapi ia milik mustahiq (termasuk fakir), karenanya, sebagai amil, kita tidak boleh meminjamkan zakat kepada pemiliknya (fakir), tetapi kalau kita tahu bahwa mustahiq termasuk yang tidak mampu mengelola hartanya, maka sebagai amil, kita boleh memimbingnya. misalnya dengan mengatakan kepada mereka : bapak, karena harta zakatnya tidak terlalu besar, agar tidak langsung habis dikonsumsi, dan maka agar lebih bermanfaat untuk ke depan, bagaimana kalau dikembangkan dalam bentuk usaha.

Wallahu a'lam bioshshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA