Bayar ONH Dengan Uang Pinjaman Bank

Haji & Umrah, 25 Mei 2011

Pertanyaan:

Assalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh!

Saya mohon penjelasan. Bagaimana hukumnya membayar ONH dengan menggunakan uang yang berasal dari pinjaman bank?

Sebagaimana dimaklumi bahwa mengantri nomor urut untuk jadi peserta haji sekarang ini sangat lama. Daftar sekarang mungkin 4 hingga 6 tahun kemudian baru bisa berangkat haji.

Dengan pertimbangan daripada saya menabung saat ini untuk biaya naik haji dan kelak jika uang saya sudah mencukupi untuk membayar ONH, bagaimana jika diganti dengan saya melunasi ONH saat ini (untuk mendapatkan nomor urut) dengan menggunakan uang pinjaman dari bank, selanjutnya saya membayar pinjaman tersebut yang masa pengembaliannya bisa saja baru lunas setelah saya berhasil menunaikan ibadah haji.

Sekian pertanyaan saya. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh!

-- Yuddy Hariman (Palopo)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb.

Ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam, diwajibkan kepada mereka yang sudah mampu saja. Allah berfirman dalam surah ke-3 ( Ali Imron ) ayat ke-97 yang artinya kurang lebih : " ... dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah,yaitu bagi orang-orang yang mampu."

Oleh karenanya, apabila uang tabungan anda belum cukup untuk membayar biaya haji, maka sesungguhnya anda termasuk yang belum berkewajiban melaksanakan ibadah haji tersebut, meskipun boleh saja anda berhaji dengan cara meminjam kepada orang lain, bila dalam keyakinan anda akan bisa mengembalikan hutang tersebut, dengan syarat hutang tersebut anda lakukan dengan cara yang tidak bententangan dengan aturan Islam.

Dan oleh karena hutang ke Bank itu ada ketentuan harus mengembalikan dengan jumlah yang lebih dari nominal pinjaman, maka hal tersebut termasuk riba yang diharamkan dalam Islam ( QS. 2 :275-279 ), yang karenanya haram bagi kita untuk berhutang ke bank yang masih memberlakukan sistem riba tersebut.

Untuk itu, saran kami, akan lebih baik anda menunda niat haji tersebut hingga tabungan anda nanti cukup, daripada harus memaksakan diri berhutang ke bank, karena haji adalah ibadah, seyogyanya dibiayai dengan harta yang jelas halal saja dan dihindari yang haram.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA