Hukum Makanan Peringatan 100 Orang Meninggal

Makanan & Sembelihan, 27 Desember 2011

Pertanyaan:

Assalamu'alaykum wr.wb. Ustadz, saya mau bertanya tentang makanan dari peringatan 100 hari orang meninggal, boleh dimakan atau tidak ? Dan apa yang harus saya lakukan kita dikirimi tetangga makanan dari peringatan tersebut ? Terimakasih Ustadz atas jawabannya.

-- Jakasan (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb.

Makanan dalam pandangan hukum Islam termasuk dalam kategori " fiqih mu'amalah " yang hukum asalnya adalah boleh dan halal, sesuai dengan kaidah  "  الأصل فى الأشياء الاباحة حتى يرد دليل التحريم " ( Hukum asal dari makan itu adalah halal, hingga ada dalil haramnya )

Dan berdasarkan dalil yang ada, maka hukum halal dari makanan tersebut dapat berubah menjadi haram,apabila termmasuk salah satu dari hal-hal sebagai berikut :

1. Bangkai, darah, babi dan yang disembelih dengan m,enyebut nama selain Allah ( QS. 2: 173 )

2. Membahayakan, seperti yang mengandung racun,makanan yang sudah membusuk ( QS. 2 : 195 )

3. Yang diperuntukkan untuk selain Allah/sesaji dan najis ( QS. 5 : 90)

4. Setiap binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar mencengkeram/seperti burung elang ( HR.Muslim )

5.Keledai jinak ( HR.Bukhari )

6.Jallalah ( setiapbinatang yang makan banyak kotoran sehingga merubah baunya ) ( HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah )

7. Setiap binatang yang diperintah untuk dibunuh ( cicak, burung gagak, kalajengking, ular, tikus ) > menurut mayoritas ulama

8. Setiap burung yang dilarang utnuk dibunuh ( semut, lebah, hud hud.shard )

Oleh karenanya, bila makanan pada peringatan 100 hari kematian atau yang sejenisnya, tidak termasuk dalam kategori 8 poin diatas, maka insya Allah hukumnya halal

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA