Menggunakan Wadah Bekas Minuman Arak

Makanan & Sembelihan, 15 Oktober 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb, mau bertanya: Bagaimana hukumnya kita menggunakan wadah bekas minuman arak ?



-- Shavia (Aceh)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Perlu diketaui terlebih dahulu bahwa hukum asal segala perkakas atau wadah adalah suci, apakah dia setelah digunakan oleh seorang muslim atau non muslim, atau ahli kitab, atau selainnya, sampai diyakini kenajisannya.

Perihal hukum memakai wadah yang baru dipakai untuk minum arak/khamr atau untuk makan babi, tidak boleh menggunakan wadah tersebut, kecuali jika memenuhi dua syarat :

(1) tidak ada wadah yang lain, kecuali wadah tersebut

(2) dibersihkan atau dicuci terlebih dahulu.

Syarat pertama diberlakukan agar kita bersikap  hati-hati.

Sedangkan syarat kedua harus dicuci, agar kita yakin bahwa wadah tersebut benar-benar telah suci. 

Hadits yang bisa dijadikan landasan hukum dalam masalah ini adalah sebagai berikut :

وَعَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: – قُلْتُ: يَا رَسُولَ الْلَّهِ، إِنَّا بِأَرْضِ قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ، أَفَنَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ؟]فَ] قَالَ: “لَا تَأْكُلُوا فِيهَا، إِلَّا أَنْ لَا تَجِدُوا غَيْرَهَا، فَاغْسِلُوهَا، وَكُلُوا فِيهَا”

Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : 

“Wahai Rasulullah, kami berada di negeri Ahli Kitab. Apakah boleh kami makan dari wadah yang mereka gunakan?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

Jangan makan dalam wadah yang mereka gunakan kecuali kalau tidak dapat wadah yang lain. Cucilah, lalu makanlah dari wadah tersebut.

(HR. Bukhari, no. 5478, 5488, 4596; Muslim, no. 1930)

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.                                      



-- Agung Cahyadi, MA