Niat Puasa Nadzar

Puasa, 15 Desember 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb

Mau bertanya ustadz: Bagaimana hukumnya jika memiliki nadzar tapi puasa ramadhan masih punya hutang? didahulukan yang mana?

Niat puasa nadzar apa harus di lafalkan lisan atau boleh dalam hati saja?



-- Sila Ayu (Blitar)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1. Bagi yang berhutang puasa Ramadhan Allah berfirman :

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

(QS. 2 : 185)

Berdasarkan ayat tersebut diatas, bisa dijelaskan, bahwa waktu untuk meng-qodho' hutang puasa Ramadhon itu memanjang, yang menurut Ulama' batas akhirnya hingga akhir bulan Sya'ban

Yang oleh karenanya, apabila seseorang mempunyai tanggungan puasa nadzar, maka untuk melaksanakan puasa nadzarnya bisa menyesuaikan dengan batas akhir qadha' Ramadhan.

Apabila waktu puasa nadzarnya adalah mutlaq atau bebas dengan tidak dibatasi waktu tertentu, maka ia boleh untuk melaksanakannya sebelum melakukan puasa qadha' Ramadhan, selama tidak melampui batas akhir waktunya.

 

2. Seluruh ulama' bersepakat bahwa niat ibadah, termasuk niat ibadah puasa itu cukup dilakukan dalam hati dan tidak harus diucapkan dengan lisan.

Demikian, semoga Allah senantiasa bertkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA