Puasa Kapanpun

Puasa, 25 Januari 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaykum, Admin yth.

Mohon ijin bertanya seputar puasa. Ada hadits yg menyatakan bahwa puasa sunnah terbaik adalah puasanya Nabi Daud, sehari puasa, sehari tidak.. Dan saya pernah membaca bahwa beberapa Shahabat dan Shahabiyah terdahulu disebutkan mengikhtiarkan puasa sepanjang tahun.. Dan pernah juga membaca bahwa suatu ketika Rasulullah dipagi hari ternyata tidak mendapati makanan, maka beliau menyatakan langsung berpuasa.

Yang hendak saya tanyakan:

1. Apakah makna dari berpuasa sepanjang tahun tersebut? Apakah memang dilakukan setiap hari (kecuali hari-hari dilarang puasa)?

2. Apakah bisa dimaknai bahwa kita boleh berpuasa kapanpun asalkan ketika pagi pasca subuh belum makan/minum/melakukan hal-hal pembatal puasa, lalu diniatkan untuk puasa pada hari tersebut?

Jazakumullahu khair.. Wassalamu'alaykum



-- Hardi (Mojokerto)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1. Dalam ajaran Islam tidak ada tuntunan puasa sepanjang tahun, dalam arti berpuasa secara terus menerus sepanjang tahun, karena ada hari-hari tertentu yang kita ummat Islam diharamkan untuk berpuasa, seperti hari-hari tasyriq ( puasa tanggal 11,12 dan 13 bulan Dzulhijjah, pauasa di dua hari raya dsb) 

Dari Umar bin Khathab ia berkata: Bahwa dua hari ini hari yang dilarang Rasulullah SAW untuk berpuasa, yaitu hari raya Idul Fitri setelah kalian berpuasa (Ramadan) dan hari raya makan (daging kurban) setelah kalian menunaikan ibadah haji. (Hadits Shahih riwayat Muslim).

Hadits lainnya berbunyi, Dari Abu Hurairah RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,  "Tidak halal bagi seorang  istri kalau ia berpuasa, sedangkan suaminya menyaksikan (yakni ada di rumah) melainkan  dengan izin suaminya tersebut. Juga tidaklah dianggap sudah mendapat izin kalau ia dalam rumah suaminya itu, kecuali izin suaminya sendiri." (Muttafaq 'alaih)

Dari dua keterangan hadits di atas, maka tidak mungkin orang bisa berpuasa satu tahun penuh. 

Tetapi kalau yang anda maksud berpuasa sepanjang tahun  adalah berpuasa dengan cara tertentu yang bisa berpahala sebagamana orang yang berpuasa sepanjang tahun, maka itu diperbolehkan, yaitu berpuasa sebagaimana yang dimaksud dengan hadits di bawah ini:

Dari Abu Ayyub RA bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Barangsiapa berpuasa dalam bulan Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia adalah eperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim)

" Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup" (HR Muslim)

 

2. Benar, dalam Islam ada puasa sunnah yang bersifat muthlaq, artinya ketika kita berada di hari-hari yang tidak diharamkan untuk berpuasa, maka kita diperbolehkan untuk berniat puasa sunnah mutlaq, meskipun sudah terbit matahari, dengan syarat kita belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Demikian, semoga bermanfaat

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA