Dzikir Pagi Petang

Dzikir & Doa, 8 Maret 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad. Bagaimana hukum membaca dzikir pagi dan petang (al matsurat). Ada pendapat isinya sebagian shahih dan sebagian tidak. Adakah tuntunan Rasulullah tentang dzikir tersebut. ? 



-- Cahyo (Surabaya )

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Membaca himpunan dzikir pagi dan petang seperti Al-Ma'tsurat dan semacamnya, secara umum tentu saja dibenarkan dan baik-baik saja. Adapun tentang adanya sebagian isinya yang shahih dan sebagian yang lain tidak atau dha'if alias lemah, maka kondisi yang sama sebenarnya juga terjadi pada kebanyakan himpunan dzikir dan doa yang lain.

Misalnya saja kitab himpunan dzikir dan doa karya Imam Ibnu Taimiyah (Al-Kalimuth Thayyib), juga sama, dimana terkandung pula di dalamnya dzikir-dzikir dengan riwayat yang shahih dan sebagian yang lain haditsnya dha'if. Bahkan jika dibuat perbandingan, ternyata prosentase riwayat dha'if yang terdapat di dalam himpunan dzikir Al Kalimuth Thayyib itu lebih banyak atau lebih besar daripada prosentase hadits dha'if yang termuat di dalam himpunan dzikir Al-Ma'tsurat.

Bahkan kitab himpunan dzikir yang paling fenomenal, paling terkenal dan paling diterima dengan sangat baik oleh para ulama sejak berabad-abad, yakni kitab Al Adzkar karya Imam An-Nawawi, juga tidak lepas dari adanya kandungan riwayat-riwayat yang lemah dengan jumlah yang tidak sedikit. 

Jadi dengan demikian, masalah himpunan dzikir Al Ma'tsurat itu sejatinya bukanlah pada adanya riwayat atau hadits yang dha'if atau lemah di dalamnya. Tapi masalahnya lebih terletak pada boleh tidaknya mengamalkan hadits dha'if khususnya dalam hal dzikir dan doa. Dimana jika mengikuti madzhab jumhur ulama yang membolehkan pengamalan hadits dha'if di bidang fadhilah amal seperti dzikir dan doa, maka pada hakektnya tidak ada masalah sama sekali dengan seluruh dzikir yang termuat di dalam himpunan Al Ma'tsurat. Sementara jika ada sebagian kalangan yang mempermasalahkannya, maka itu berarti mereka adalah penganut madzhab sebagian ulama seperti Syeikh Al Albani misalnya dan lain-lain yang memang tidak membenarkan penggunaan hadits-hadits dha'if dalam bidang apapun termasuk dzikir dan doa.

Demikian jawaban yang bisa kami berikan. Semoga bisa ditangkap dengan baik dan bermanfaat. Wallahul Muwaffiq ila aqwamith thariq wa Huwal Hadi ila sawa-issabil.



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA