Assalamu'alaykum ustadz. Saya anak perempuan. Saya hidup berlima anggota keluarga, saya mempunyai ayah dan ibu. Saya baru menyadari ayah saya sering melihat video porno tanpa diketahui oleh keluarga. Sebelumnya saya yang menyarankan agar menggunakan akun youtube saya di smartphone ayah saya. Setelah pakai akun saya, saya sering melihat histori di youtube dengan video tak pantas, hanya ayah yang memakai akun youtube saya, saya bingung, takut, nangis ketika ada video itu di histori akun youtube saya dan ayah yang melihatnya. Saya belum berani cerita ke ibu saya. Bagaimana solusinya ustadz, agar ayah saya tidak melakukan seperti itu lagi? Terimakasih
Wa'alaikumussalam wr.wb.
Ya tentu dengan cara yang bisa membuat beliau sadar bahwa, hal itu merupakan dosa, penyimpangan dan kesalahan serta bahaya. Kesadaran yang diharapkan akan bisa mendorong beliau untuk bertobat dengan meninggalkan kebiasaan negatif tersebut dan menggantinya dengan alternatif-alternatif lain yang positif.
Tapi bagaimana cara membuat beliau sadar dan mau bertobat seperti itu? Nah tentang hal ini sangat bergantung pada banyak faktor. Pertama faktor sang ayah sendiri. Siapa dan bagaimana beliau ini: sifatnya dan tipikalnya (misalnya termasuk yang mudah atau sulit bila diingatkan dll), status sosialnya, jenjang pendidikannya, intelektualitasnya, tingkat pemahaman dan pengamalan agamanya, dll.
Kedua, faktor siapa yang akan "bertugas" untuk mengingatkan dan "menasehati" beliau? Jika beliau termasuk tipikal orang yang terbuka dan relatif mudah menerima masukan dan pengingat dari siapapun, maka insyaallah akan lebih banyak pihak yang bisa berperan sebagai pengingat dan "penasehat" bagi beliau disini. Termasuk putra putrinya sekalipun. Tapi sebaiknya dipilih yang hubungannya paling akrab dengan ayah. Namun jika beliau termasuk kategori orang yang "alot" terhadap nasehat dan pengingat, apapun faktor penyebabnya, maka untuk menjalankan misi sebagai "penasehat" bagi beliau disini haruslah orang spesial yang benar-benar pilihan. Yakni orang yang sangat atau minimal cukup dihormati, disegani dan didengar oleh beliau.
Dan faktor ketiga yang juga sangat penting dalam hal ini adalah faktor peran Ibu. Tapi perlu dipertimbangkan dan dilihat kondisi sang Ibu sendiri, bagaimana beliau dan sifat hubungan beliau dengan Ayah selama ini? Intinya ketika masalah ini dibuka kepada beliau, apakah dengan status sebagai istri benar-benar beliau diyakini atau minimal diduga kuat akan mampu perperan sebagai “penasehat” yang baik dan efektif bagi Ayah yang nota bene adalah suami beliau.
Demikian balasan kami sekadar sharing, semoga bermanfaat sebagai bahan masukan dan pertimbangan. Ohya terakhir, tentu juga jangan pernah melupakan peran doa. Semoga Allah memberi hidayah, rahmat dan barakah. Amin.