Pengganti Puasa Almarhum Orangtua Yang Sudah Menahun

Puasa, 18 September 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb,

Yth Ustadz, Almarhum ayah saya mengalami kondisi ginjal tinggal satu dari SD krn kecelakaan, dan katanya sejak itu tidak bisa puasa lagi. Dan kelihatannya sejak itu tidak pernah puasa (full) sampai meninggal umur 64. Berarti 49 tahun atau 1.470 hari tidak puasa. Bagaimanakah mengganti puasanya?

Jika dikira-kira, kemungkinan ayah saya aqil baliq di umur 15 tahun (perkiraan untuk yang lahir di tahun 1951, walaupun saya tidak tahu persis usia aqil baloq ayah saya).

Ada ustadz yang bilang diqodho oleh ahli waris, ada yang bilang bisa fidyah. Kalau dari saya pribadi, nampaknya lebih sanggup fidyah. Fidyah ada yang bilang 20-40 ribu per hari. 

Ada ustadz yang bilang yg menggantikan itu ahli waris dan sesuai kaidah 2:1 antara pria:wanita seperti waris harta juga, tapi ada yang tidak menyebut kaidah ini, walaupun satu pihak bisa ambil alih semua penggantian.

Ada yang bilang ganti puasa itu tidak bisa dikira-kira seperti begitu... maka cukup fidyahkan/qodho puasa yang bolong di tahun hidup terakhir, kemudian mohon ampunan untuk almarhum dan bisa juga wakaf atas nama beliau.

Untuk fidyah, ada yang bilang hanya dalam bentuk makanan (jadi), ada yang bilang bisa dalam bentuk uang.

Pembagiannya ke fakir miskinnya, ada yang bilang 1 anak selama 1.470 hari, ada yang bilang 1.470 anak utk 1 hari, ada yang bilang datang saja ke panti manapun dengan jumlah fakir miskin berapapun asal memberi fidyahnya sesuai dengan yang dituangkan (misalnya 1.470 x 30 ribu) dan selesai, biar pantinya yang urus bagaimana pembagiannya. Atau cara lainnya selama nilai 1.470 hari x nilai fidyah itu terpenuhi. 

Yang manakah yang benar? Persamaan antara ustadz itu adalah, manapun yang disanggupi. Kecenderungan saya adalah untuk fidyah 1.470 hari dengan nilai 30rb per hari. Apakah ini benar?

Jazakallah khoir, dan semoga sehat selalu.



-- Norman Ario Bimo (South Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Seorang muslim/muslimah yang sakit menahun yang secara medis sulit untuk diharapkan kesembuhannya dan karenanya ia tidak mampu untuk berpuasa Ramadhan, maka ia berkewajiban untuk membayar fidyah, pada setiap satu hari puasa yang dtinggalkannnya harus diganti dengan membayar satu fidyah berupa makanan untuk diberikan kepada orang miskin (QS, 2:184)

Dan kalau kemudian orang tersebut meninggal dunia dan belum membayar fidyah, maka harta peninggalannya tidak dibagi kepada ahli warisnya sebelum dikurangi sejumlah fidyah yang harus dibayarkan karena tidak berpuasa Ramadhan, Dan kalau orang tersebut tidak mempunyai harta peninggalan, maka ahli warisnya yang membayarkannya.

Adapun ukuran satu fidyah yang harus dibayarkan sebagai ganti satu hari puasa yang ditinggalkannya adalah minimal 1 Mud (7 ons) dari makanan pokok yang biasa dikonsumsinya saat dahulu hidup, dan kalau dibayar lebih dari satu mud tentu itu akan lebih baik.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA