Niat Bertobat Tanpa Solat Taubat

Lain-lain, 16 Desember 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustad saya cahyo. Saya mau bertanya, apakah Boleh bertaubat tanpa sholat taubat nasuha? kira² sah atau tidak? Karna saya kemarin habis melihat video porno. 

Trimakasih assalamualaikum pak ustadz



-- Cahyo (Jawa Tengah)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Taubat harus dilakukan untuk setiap dosa yang dilakukan manusia. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. (At Tahriim : 8)

Imam nawawi dalam kitab Riyadhussholihin” menyampaikan bahwa syarat taubat itu ada tiga:

  1. Menyesali perbuatan dosa yang dilakukannya.
  2. Bertekad kuat kuat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
  3. Melepas dan meninggalkan perbuatan dosa tersebut .

Jika ketiga hal itu telah dilakukan, maka dia telah bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha dan insyaAllah dosa akan diampuni.

Apakah orang yang bertaubat harus melakukan shalat taubat? Tidak wajib melakukan  shalat taubat,shalat taubat hanya merupakan salah satu dari sebab Allah memberi ampunan bagi pelaku dosa. Istilah Shalat taubat ini diambilkan dari hadits berikut :

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ . ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ

Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (HR. Tirmidzi,Abu Dawud, Ibnu Majah)

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc