assalamualaikum izin bertanya saat ini saya kelas 12 dan bentar lg akan melanjutkan ke jenjang kuliah. Saya ingin bertanya perihal yang mengganjal di hati saya. Saya berdoa kepada allah agar bisa diterima di jalur prestasi snbp dan teman saya beberapa ada yg memilih di jurusan yang sama. Tetapi saya berdoa semoga ajaa bisa keterima bareng bareng (saya keterima dan teman saya keterima) tp saya berdoa lebih spesifik seperti (tetapi semoga nilai rapot saya dan nilai mapel pendukung saya bisa lebih tinggi dari mereka) nah itu apakah saya dosa? Tp saya tidak doa untuk menjelekan mrk atau berharap mrk td diterima saya tetep berdoa kalo bisa masuk semua . Saya berdoa agar nilai saya bisa lebih tinggi itu bermaksud ke doa yang lebih spesifik saja. Apakah itu dosa?
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Do'a adalah bentuk dari ibadah, bahkan dikatakan do'a adalah intinya ibadah, karenanya jangan pernah kita bosan untuk berdoa, karena meskipun do'a kita belum dikabulkan oleh Allah, minimal dengan berdo'a kita sudah mendapatkan pahala beribadah
Dan dalam berdo'a kita hanya diperbolehkan untuk berdo'a dengan do'a yang baik baik saja dan dilarang untuk berdo'a dengan do'a buruk. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sangat tegas melarang Muslim mendoakan hal buruk kepada diri sendiri, orang lain, maupun benda. Pada sebuah hadits riwayat Muslim, dari Jabir bin Abdullah, Nabi Muhammad bersabda:
لاتدعوا على انفسكم ولا تدعوا على اولادكم ولا تدعوا على اموالكم لا توافقوا من الله ساعة يساءل فيها عطاء فيستجيب لكم
“Janganlah kalian berdoa buruk terhadap dirimu sendiri, janganlah kalian berdoa buruk terhadap anak-anakmu, dan janganlah kalian berdoa buruk terhadap harta bendamu. Janganlah (berdoa buruk karena bisa saja) kalian menepati suatu saat di mana Allah diminta memberikan sesuatu pada saat tersebut lalu Allah mengabulkan permintaan kalian itu.”
Rasulullah secara terang-terangan juga melarang doa untuk perbuatan dosa dan doa untuk memutus silaturahim kepada sesama. Rasulullah menegaskan bahwa doa seperti tidak akan dikabulkan Allah
لا يزال يستجاب العبد ما لم يدع باءثم او قطيعة رحم ما لم يستعجل …. الحديث رواه مسلم عن ابى هريرة رضى الله عنه
“Doa seorang hamba itu akan selalu dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau memutus tali kasih sayang (persaudaraan/persahabatan), selama ia tidak terburu-buru (mau segera terkabul)…”
Berdasarkan penjelsan diatas, maka selama do'a yang anda panjatkan adalah do'a do'a baik sebagaimana yang anda sebutkan, maka in syaa Allah boleh dan bernilai ibadah. Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.