Pertanyaan:
Assalamu’alaikum ustadz, izin bertanya.
Sekitar seminggu lalu saya sempat mengirim pertanyaan tentang mimpi buruk ke salah satu website konsultasi islam (bukan website ini), jadi otomatis saya menceritakan mimpi itu (yang di mana dalam islam kita tidak seharusnya menceritakan mimpi buruk). Tapi sampai sekarang belum dibalas, dan saya lihat mereka sudah jarang aktif. Saya jadi was-was dan overthinking kalau nanti tiba-tiba dibalas dengan tafsir yang tidak baik (na’udzubillah).
Sebelum bertanya ke website tersebut saya juga sudah sempat bertanya ke salah satu ustadz, dan sudah lebih dahulu mendapatkan jawaban, beliau bilang bahwa:
"mimpi buruk tidak boleh diceritakan dan itu aman insyaAllah".
Apakah saya tetap perlu khawatir dengan yang di website itu, ustadz? karena hal tersebut membuat saya was-was
Syukron, Jazakallahu khayr
--
Hamba Allah (Jakarta)
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena anda sudah melakukan langkah-langkah yang dianjurkan dalam Islam untuk menyikapi mimpi buruk. Anda sudah mendapatkan jawaban dari ustadz bahwa tidak menceritakan mimpi buruk akan menjadikannya aman, insyaAllah. Ini sesuai dengan ajaran Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam. Jadi, fokuslah pada nasihat yang sudah anda terima secara langsung ini.
Meskipun anda terlanjur menceritakan mimpi buruk tersebut, hal itu tidak akan menyebabkan tafsir yang buruk terjadi di dunia nyata. Hadits Nabi menyebutkan yang kurang lebih artinya : "Apabila salah seorang dari kalian mengalami mimpi buruk, hendaklah ia meludah ringan ke sebelah kiri tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan tiga kali, dan mengubah posisi tidurnya dari posisi semula". Tindakan-tindakan ini berfungsi untuk menangkal keburukan mimpi, bukan menafsirkan keburukannya.
Penting untuk diingat bahwa mimpi buruk datang dari setan untuk membuat kita sedih, khawatir, dan gelisah. Karena itu, Rasulullah melarang kita untuk menceritakannya, agar setan tidak berhasil mencapai tujuannya. Dengan menjalankan sunnah, yaitu tidak menghiraukan mimpi itu, anda sudah melawan godaan setan.
Pada saat anda mengirimkan pertanyaan tersebut, anda belum mengetahui ilmunya. Setelah tahu, anda sudah melakukan langkah yang tepat dengan bertanya kepada ustadz dan mengikuti nasihatnya. Jadi, in syaa Allah tidak ada dosa atas kesalahan yang dilakukan karena ketidaktahuan.
Alih-alih menunggu balasan dari website yang tidak aktif, fokuslah pada hal-hal yang menenangkan hati anda:
Perbanyaklah dzikir dan do'a untuk memohon perlindungan dari Allah. Yakinlah bahwa Allah akan melindungi anda dari segala keburukan. Anggaplah mimpi itu sebagai angin lalu. Lupakan mimpi buruk itu karena ia tidak memiliki pengaruh nyata dalam kehidupan anda.
Dengan demikian, anda tidak perlu lagi khawatir berlebihan. Allah Maha Pemaaf dan Maha Pelindung. Fokuslah pada ketenangan batin anda, dan biarkan urusan balasan dari website itu berlalu begitu saja.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA