/**/
Assalamu alaikum wr wb mau tanya ustad saya melihat di youtube Ustadz Dr. Firanda Andirja lulusan Universitas Islam Madinah (UIM), Arab Saudi. berkata bahwa menurutnya ada dosa yg ampunannya berada di bawah kehendak Allah (tahta masyatillah). jika Allah berkehendak maka Allah akan mengadzabnya dan jika allah berkehendak lain Allah akan mengampuninya tidak mengadzabnyac, walaupun tidak bertaubat sampai meninggal dunia asalkan dosa tersebut bukan kesyrikan. bahkan yg saya lihat dan dengarkan di youtube ustad Firanda Andirja mengatakan semua dosa besar selain syirik pengampunannya di bawah kehendak Allah
kemudian ustad firanda mengumpamakan jika ada pencuri kemudian tertembak oleh polisi dan mati kita tidak boleh memvonis pencuri tersebut pasti masuk neraka. karena menurut ustad Firanda Andirja statusnya di akhirat adalah jika allah bekehendak mengampuni, Allah akan mengampuninya dan jika Allah berkehendak lain allah akan menyiksanya dan saya melihat tulisan di situs muslim or id yg bunyinya begini
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan tentang jenis dosa yang diampuni dalam An-Nisa: 48 tersebut [4],
“Kesimpulannya: bahwa seluruh dosa semuanya di bawah kehendak Allah, sama saja apakah dosa itu berkaitan dengan hak Allah ataupun berkaitan dengan hak makhluk seperti ghibah, membunuh, namimah, dan yang semacamnya. Ini semua di bawah di bawah kehendak Allah. Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak, Allah mengampuni pelakunya. Dan jika Allah berkehendak (lain), Allah menyiksanya karena dosa yang dia belum bertaubat darinya. Sumber:
https://muslim.or.id/69776-antara-dosa-yang-diampuni-dan-tidak-diampuni.html
pertanyaan saya adalah benarkah begitu ustad bahwasannya selain dosa syirik yg belum bertaubat, sampai mati sama saja apakah dosa itu berkaitan dengan hak Allah ataupun berkaitan dengan hak makhluk pengampunannya berada di bawah kehendak allah (tahta masyiatillah) ?
Wa'alaikumjssalaam wrwb.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa: 48)