/**/

Dosa Diampuni Dan Tidak

Aqidah, 28 November 2025

Pertanyaan:

Assalamu alaikum wr wb mau tanya ustad saya melihat di youtube Ustadz Dr. Firanda Andirja lulusan  Universitas Islam Madinah (UIM), Arab Saudi. berkata bahwa menurutnya ada dosa yg ampunannya berada di bawah kehendak Allah (tahta masyatillah). jika Allah berkehendak maka Allah akan mengadzabnya dan jika allah berkehendak lain Allah akan mengampuninya tidak mengadzabnyac, walaupun tidak bertaubat sampai meninggal dunia asalkan dosa tersebut bukan kesyrikan. bahkan yg saya lihat dan dengarkan di youtube ustad Firanda Andirja mengatakan semua dosa besar selain syirik pengampunannya di bawah kehendak Allah 

kemudian ustad firanda mengumpamakan jika ada pencuri kemudian tertembak oleh polisi dan mati kita tidak boleh memvonis pencuri tersebut pasti masuk neraka. karena menurut ustad Firanda Andirja statusnya di akhirat adalah jika allah bekehendak mengampuni, Allah akan mengampuninya dan jika Allah berkehendak lain allah akan menyiksanya dan saya melihat tulisan di situs muslim or id  yg bunyinya begini 

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan tentang jenis dosa yang diampuni dalam An-Nisa: 48 tersebut [4],

“Kesimpulannya: bahwa seluruh dosa semuanya di bawah kehendak Allah, sama saja apakah dosa itu berkaitan dengan hak Allah ataupun berkaitan dengan hak makhluk seperti ghibah, membunuh, namimah, dan yang semacamnya. Ini semua di bawah di bawah kehendak Allah. Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak, Allah mengampuni pelakunya. Dan jika Allah berkehendak (lain), Allah menyiksanya karena dosa yang dia belum bertaubat darinya. Sumber: 

https://muslim.or.id/69776-antara-dosa-yang-diampuni-dan-tidak-diampuni.html

pertanyaan saya adalah benarkah begitu ustad bahwasannya selain dosa syirik yg belum bertaubat, sampai mati sama saja apakah dosa itu berkaitan dengan hak Allah ataupun berkaitan dengan hak makhluk pengampunannya berada di bawah kehendak allah (tahta masyiatillah) ?



-- Hamba Allah (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumjssalaam wrwb.

Pernyataan tersebut pada dasarnya insyaa Allah benar dan sesuai dengan keyakinan (akidah) Islam Ahlussunnah wal Jamaah, yang didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis. Dosa syirik (menyekutukan Allah) adalah satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah, jika pelakunya meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari dosa syirik tersebut. Allah berfirman: 
 
 اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا 
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa: 48)
Jika seseorang melakukan syirik besar dan meninggal tanpa bertaubat, seluruh amalannya akan gugur dan ia akan kekal di dalam neraka. Namun, jika ia bertaubat dengan taubat nasuha sebelum meninggal, maka Allah akan mengampuninya. 
 
Semua dosa selain syirik, baik itu dosa yang berkaitan dengan hak Allah (seperti meninggalkan shalat, puasa) maupun dosa yang berkaitan dengan hak makhluk (seperti mencuri, berbohong, menzalimi orang lain), berada di bawah kehendak Allah (tahta masyiatillah). Dalam arti :
  • Allah bisa saja mengampuni dosa-dosa tersebut (selain syirik) bagi siapa yang dikehendaki-Nya, meskipun orang tersebut belum bertaubat secara spesifik untuk dosa itu (namun tetap dalam keadaan beriman/Muslim saat meninggal).
  • Allah bisa juga menghukum pelakunya sesuai dengan keadilan-Nya, sebelum akhirnya (jika ia seorang Muslim yang bertauhid) dimasukkan ke dalam surga. 
Kesimpulannya, keyakinan bahwa selain dosa syirik, pengampunan dosa (baik hak Allah maupun hak makhluk) berada di bawah kehendak mutlak Allah jika pelakunya meninggal tanpa sempat bertaubat, adalah benar. Dosa syirik adalah pengecualian mutlak yang tidak dapat diampuni tanpa taubat sebelum wafat.
 
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
 
Wassalaamju 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA