Assalammualaikum ustadz. Saya merasa rasa was was saya sudah merambat ke perkara istinja. Ada kejadian dimana saya setelah BAB menyiramkan air dari depan ke belakang dalam posisi masih berjongkok di wc. Kemudian saya kebiasaan membersihkan lagi dgn berjongkok di lantai toilet sambil diusap dgn tangan kiri untuk memastikan benar-benar bersih, nah ketika saya membersihkan dgn tangan itu saya mendapati ternyata masih ada kotoran sedikit yg menempel di-maaf sekitar lubang duburnya. Maka saya bersihkan seperti biasanya. Kemudian saya menyiram lantai dgn air beberapa siraman. Yg saya kepikiran apakah lantai tsb jadi najis?
Kebetulan Saya jg minus matanya jd ketika di toilet tidak melihat dgn jelas. Saya tadinya mencoba untuk cuek karena saya anggap kotoran hanya sedikit dan cukup disiram saja lantainya. Saya tidak mengamati betul apakah masih menempel atau bagaimana karena takut tambah was was.
Terima kasih ustadz
Wa'alaikumussalaaam wrwb.
Segala sesuatu pada dasarnya suci sampai ada keyakinan yang pasti akan kenajisannya. Keraguan anda ("apakah lantai tsb jadi najis?") tidak cukup kuat untuk mengubah status suci lantai tersebut menjadi najis secara pasti.
Anda telah menyiram lantai dengan beberapa siraman air. Air yang mengalir dan menyapu kotoran (najis) akan membersihkan area tersebut. Tidak perlu mengamati secara detail dengan mata minus untuk memastikan tidak ada bekas yang tersisa; cukup dengan keyakinan bahwa air telah melingkupi area tersebut dan membersihkannya.
Kotoran yang sedikit jumlahnya, terutama dalam konteks membersihkan diri di toilet, seringkali dimaafkan (ma'fu) jika sulit dihindari, asalkan usaha maksimal untuk bersuci telah dilakukan.