Was Was Lantai Toilet

Thaharah, 19 Januari 2026

Pertanyaan:

Assalammualaikum ustadz. Saya merasa rasa was was saya sudah merambat ke perkara istinja. Ada kejadian dimana saya setelah BAB menyiramkan air dari depan ke belakang dalam posisi masih berjongkok di wc. Kemudian saya kebiasaan membersihkan lagi dgn berjongkok di lantai toilet sambil diusap dgn tangan kiri untuk memastikan benar-benar bersih, nah ketika saya membersihkan dgn tangan itu saya mendapati ternyata masih ada kotoran sedikit yg menempel di-maaf sekitar lubang duburnya. Maka saya bersihkan seperti biasanya. Kemudian saya menyiram lantai dgn air beberapa siraman. Yg saya kepikiran apakah lantai tsb jadi najis?

Kebetulan Saya jg minus matanya jd ketika di toilet tidak melihat dgn jelas. Saya tadinya mencoba untuk cuek karena saya anggap kotoran hanya sedikit dan cukup disiram saja lantainya. Saya tidak mengamati betul apakah masih menempel atau bagaimana karena takut tambah was was. 

Terima kasih ustadz



-- Iaz (Tangerang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaaam wrwb.

Segala sesuatu pada dasarnya suci sampai ada keyakinan yang pasti akan kenajisannya. Keraguan anda ("apakah lantai tsb jadi najis?") tidak cukup kuat untuk mengubah status suci lantai tersebut menjadi najis secara pasti.

Anda telah menyiram lantai dengan beberapa siraman air. Air yang mengalir dan menyapu kotoran (najis) akan membersihkan area tersebut. Tidak perlu mengamati secara detail dengan mata minus untuk memastikan tidak ada bekas yang tersisa; cukup dengan keyakinan bahwa air telah melingkupi area tersebut dan membersihkannya.

Kotoran yang sedikit jumlahnya, terutama dalam konteks membersihkan diri di toilet, seringkali dimaafkan (ma'fu) jika sulit dihindari, asalkan usaha maksimal untuk bersuci telah dilakukan. 

Rasa was-was yang merambat ke perkara istinja perlu ditangani dengan serius, karena dapat mengganggu ketenangan beribadah anda.
 
Jika anda sudah melakukan usaha bersuci yang wajar (mengusap dan menyiram), anggaplah area dan lantai tersebut suci. Jangan kembali memeriksanya. Cuek terhadap keraguan adalah langkah yang tepat.
 
Dalam fikih, keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keraguan. Jika anda yakin sudah menyiram, maka lantai itu suci, meskipun ada keraguan kecil apakah masih ada bekasnya.
 
Islam adalah agama yang mudah. Cukup gunakan air secukupnya untuk membersihkan najis, pastikan najisnya hilang secara kasat mata, dan tidak perlu berlebihan.
 
Kondisi mata minus anda justru membantu anda untuk tidak mengamati najis secara berlebihan. Ketidakjelasan visual dalam kasus ini justru menghindarkan anda dari overthinking yang memperparah was-was.
 
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
 
Wassalaamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA